Jumat, 16 November 2018 06:25 WIB
pmk

Ekonomi

BISI Gandeng Petani Penggarap

Redaktur:

SEBAR DIVIDEN-Dirut PT BISI International (BISI) Jemmy Eka Putra (tengah) ketika menjelaskan kepada media tentang kinerja dan rencana perusahaan sepanjang tahun ini di Jakarta, Senin (28/5). TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT BISI International (BISI) sepanjang tahun ini menarget laba bersih mencapai Rp 488 miliar, menanjak 20 persen dari realisasi tahun lalu di level Rp 406 miliar. Lonjakan pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba emiten produsen bibit hibrida tersebut. Untuk pendapatan diharap bisa naik 20 persen menjadi Rp 2,773 triliun dari realisasi 2017 senilai Rp 2,310 triliun. ”Jadi, kami optimistis tahun ini bakal sesuai skenario,” tutur Dirut PT BISI International, Jemmy Eka Putra setelah rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Senin (28/5).

Untuk mencapai proyeksi itu, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sejumlah Rp 105 miliar. Di mana, dari total capex itu, sejumlah 75 persen untuk meningkatkan lahan riset dan memproduksi benih hidup. Kemudian 75 persen untuk buka farm baru. ”Sedang 10 persen untuk pengembangan laboratorium teknologi, dan 15 persen untuk perawatan (maintenance),” imbuhnya.

Di samping itu, perusahaan akan menggandeng petani penggarap 258.300 hektare (ha) dengan total area 72.967 ha. Target itu lebih tinggi 100 persen dari angka tahun lalu sebanyak 117.881 petani dengan luas lahan 34.994 ha. Kerja sama itu akan mendorong perusahaan meningkatkan produksi benih. ”Kami harap produksi menanjak signifikan,” harapnya.

Jemmy mengaku kontribusi penjualan paling besar dari benih jagung. Di mana, penjualan benih jagung mencapai 55 persen, produk pestisida dan pupuk 37 persen, dan sisanya penjualan benih hortikultura dan sayuran.

Pada kesempatan sama, perusahaan sepakat membagi dividen tunai sebesar Rp 100 per saham atau total Rp 300 miliar. Dividen itu setara 74,41 persen dari laba bersih tahun lalu.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan membukukan penjualan Rp 2,31 triliun, naik 24,74 persen dibanding 2016 senilai Rp 1,85 triliun. Laba bersih tercatat Rp 403,3 miliar atau naik 20 persen dibanding edisi sama 2016 di kisaran Rp 336,2 miliar.

BISI International merupakan produsen bibit hibrida terbesar di lndonesia untuk tanaman jagung, padi dan holtikultura, serta produsen pestisida dan distributor pupuk. Perusahaan berkantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan lokasi lahan di Kediri, Jawa Timur. (mys/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bisi 

Berita Terkait

IKLAN