Rabu, 14 November 2018 02:13 WIB
pmk

Kesehatan

Cara Buka Puasa Paling Baik Versi Ahli Gizi

Redaktur:

MINUMAN - Kumpul seru dengan buka puasa infused water. GUSLAN GUMILANG/ JAWAPOS

INDOPOS.CO.ID - Umat muslim menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Supaya tetap bugar, maka harus mengikuti pola makan dengan gizi seimbang. Selain itu, jangan sampai berbuka puasa dengan porsi yang berlebihan.

Nutrisionis atau Ahli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Triyani Kresnawan mengatakan, pada prinsipnya makan pada bulan puasa tetap harus seimbang, dalam arti sesuai kebutuhan. Ia menyesalkan sebagian pola masyarakat, yang saat buka dan saat sahur justru dilakukan berlebihan.

"Dengan cara sekenyang-kenyangnya, sehingga asupan melebihi kebutuhan," terangnya.

Agar tubuh tetap bugar dan sehat, ia menjelaskan tata cara pola makan yang tepat saat berbuka puasa. Hal ini dilakukan agar sistem pencernaan tetap baik.

Ini urutanya saat berbuka puasa agar badan tetap sehat dan bugar.

1. Air Putih dan Kurma

Pola makan yang tepat adalah buka puasa dengan air putih dan kurma 3 buah atau jus buah. Saat buka puasa, sebaiknya minum 2 gelas air putih.

2. Camilan

Camilan yang dipilih pun sebaiknya jangan sesuatu yang digoreng atau gorengan. Kolak lebih baik untuk camilan. Porsinya kolak 1 mangkok sedang. Kemudian menunaikan salat Magrib.

3. Setelah Salat Magrib 

Makan porsi lengkap dengan gizi seimbang. Kemudian minum air putih 2 gelas hingga salat Isya.

4. Setelah Tarawih

Konsumsi buah 1 potong sedang ditambah susu non fat (tanpa lemak).

5. Sebelum Tidur

Minum air putih 1 gelas sebelum tidur baik dilakukan.

6. Sahur

Makan sahur lengkap dengan gizi seimbanh. Nasi secukupnya sesuai kebutuhan. Air putih dua gelas. Sehingga total air putih 8 gelas per hari. (cr1/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #ramadhan 

Berita Terkait

Hampir Capai Seratus Persen

Jakarta Raya

Anak Sering Mual dan Muntah, Waspadai Ginjal

Jakarta Raya

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Jakarta Raya

Pasien Tinggal Datang, Tak Perlu Antre

Jakarta Raya

IKLAN