Senin, 24 September 2018 01:50 WIB
pmk

Nasional

Petani Subang Protes Nilai Ganti Rugi Lahan untuk Pelabuhan Patimban

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Sebanyak 175 orang Petani terdampak proyek Pelabuhan Internasional Patimban, berunjuk rasa di depan sejumlah gedung pemerintahan dan parlemen.

Dalam aksi tersebut mereka menolak ganti rugi lahan pertanian dengan harga murah untuk area Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Koordinator Aksi, sekaligus Ketua Paguyuban Tani Berkah Jaya (PTBJ), Arim Suhaerim menjelaskan, mereka melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Ombudsman RI, Kantor Kemenhub RI serta Istana Negara di Jakarta.

Laporan Pasundan Ekspres (Jawa Pos Grup), perwakilan Ombudsman RI menerima pengunjuk rasa. Dalam pertemuan itu, Ombudsman bekerja maksimal membantu petani dalam mencari keadilan dengan ganti rugi lahan dengan harga murah untuk Pelabuhan Patimban.

“Kami juga menyerahkan Dokumen Hasil Studi Kelayakan harga dari PSP3 IPB,Kronologis Pembangunan dan pembebasan lahan Pelabuhan Internasional Patimban, Dokumen pembanding dari pembebasan lahan Kulonprogo," jelas dia, Rabu (30/5).

Selepas Ombudsman, lanjut Arim, petani bergerak ke Gedung DPR. Sampai di Gedung Parlemen, Senayan, Anggota DPR dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh menerima kedatangan mereka

Arim menyampaikan, Nihayatul siap mendukung dan memperjuangkan keinginan petani Patimban. “Asalkan data disampaikan jelas serta petani solid dan jangan mudah meneken apapun mengenai pelepasan hak tanah,” ungkap Arim.

Sedangkan sewaktu berunjuk rasa di Kemenhub, pria lulusan IPB ini menuturkan , Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenhub Aca Mulyana menerima kedatangan mereka.

Dalam kesempatan itu Arim memberikan Dokumen Pembanding dari Tim Appraisal di Bandara Kulon Progo dan Dokumen Hasil Study Harga layak dari PSP3 IPB.

“Dia bilang akan menyampaikan tuntutan kami ke Menhub Budi Karya Sumadi sesegera mungkin dan kami juga sampaikan tidak mau menandatangai Berita Acara Pelepasan hak selama belum terdapat komitmen harga pembebasan untuk mensejahterakan sesuai Penelitian PSP3 IPB,” jelas Arim.

Arim mengatakan bila pemerintah pusat tidak merespons, mereka sepakat menolak meneken pelepasan hak. "Berarti, pembebasan lahan batal," tegas dia.

Aksi kemudian berlanjut ke Istana Negara, namun karena waktu menjelang sore, Arim menitipkan surat tuntutan warga pemilik lahan Patimban ke Sekretariat Negara.

Surat itu bersisi 5 tuntutan petani dan bakal disampaikan kepada Presiden Jokowi. “Saya dapat informasi dalam waktu 10 hari kedepan baru dapat progress,” kata dia. (jaa/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelabuhan-internasional-patimban #demonstrasi 

Berita Terkait

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Gelar Demo

Ekonomi

Rusia Tolak Kebijakan Pensiun

Internasional

Ribuan Mahasiswa Tuntut Jokowi Diturunkan

Nasional

Desak Bebaskan Dua Wartawan, Warga Rohingya Ikut Demo

Internasional

Pertanyakan Kasus e-KTP, Jari 98 Sambangi Kejagung RI

Nasional

IKLAN