Rabu, 26 September 2018 10:02 WIB
pmk

Internasional

Sering Kritik, Wartawan Ditembak Mati

Redaktur:

KORBAN KEKEJAMAN - Wartawan Rusia Arkady Babchenko meninggal dunia setelah ditembak dekat rumahnya di Kiev. AFP

INDOPOS.CO.ID - Wartawan Rusia Arkady Babchenko meninggal dunia setelah ditembak dekat rumahnya di Kiev, Ukraina. Seperti dilansir BBC, Selasa, (29/5), Babchenko, 41 tahun, ditemukan berdarah di pintu masuk ke blok flat menuju rumah oleh istrinya dan sesaat kemudian meninggal di ambulans.

Setelah menulis tentang pesawat militer Rusia yang jatuh pada tahun 2016, Babchenko mengatakan, dia menerima ancaman pembunuhan. Lalu dia meninggalkan negaranya, pertama kali pindah ke Praha dan kemudian ke Ibu Kota Ukraina. Dia memang seorang jurnalis yang aktif menyuarakan kritik terhadap Kremlin.

Sebagai mantan koresponden perang, ia bekerja di Kiev sebagai presenter di saluran ATR TV Ukraina. Berbicara kepada BBC, Juru Bicara Polisi Ukraina Yaroslav Trakalo mengonfirmasi kematian Babchenko. Jurnalis itu dilaporkan ditembak beberapa kali. Kepala Polisi Kiev Andriy Kryshchenko mengatakan, mereka mencurigai Babchenko terbunuh karena kritiknya yang gencar terhadap Pemerintah Rusia.

Perdana Menteri Ukraina Volodymyr Groysman menggambarkan Babchenko sebagai teman sejati Ukraina. "Ia mengatakan kepada dunia tentang agresi Rusia. Para pembunuh harus dihukum," katanya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Kami menuntut pihak berwenang Ukraina melakukan segala upaya untuk segera menyelidiki pembunuhan itu.”

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Babchenko. Dalam unggahan terakhirnya di Facebook, hanya beberapa jam sebelum serangan, Babchenko menuliskan kisah tentang betapa beruntungnya dia empat tahun lalu, tepat pada hari itu. Dia menulis, ia telah merencanakan untuk terbang dengan tentara Ukraina dengan helikopter di zona perang di timur Ukraina. Dia tidak diizinkan naik kapal, karena tidak ada cukup ruang. Lalu Helikopter itu ditembak jatuh oleh pemberontak pro-Rusia, menyebabkan 14 orang tewas. "Saya beruntung," tulis Babchenko.

Babchenko memang merupakan kritikus Kremlin yang terkenal, ia berdiri mengecam tindakan Rusia di Syria dan Ukraina Timur. Pada bulan Desember 2016, Babchenko menulis sebuah unggahan Facebook dalam bahasa Rusia tentang pesawat transport TU-154 yang jatuh ke Laut Hitam saat membawa Tentara Merah ke Syria.

Dia menggambarkan Rusia sebagai agresor, yang setelah itu dia diancam akan dibunuh. Dalam tulisannya di The Guardian, dia pernah mengatakan tidak merasa aman lagi di negaranya sendiri. Babchenko yang belajar hukum di Moskow pada usia 18 tahun, sempat menjadi tentara Rusia dan bertugas selama perang Chechnya dari 1994-2000.

Dalam bukunya, One Soldier's War, mengisahkan pengalamannya dalam konflik, yang merenggut nyawa puluhan ribu orang di kedua sisi. Dia kemudian menjadi seorang jurnalis, bekerja untuk sejumlah media yang berbeda. Babchenko juga pernah menulis untuk BBC, melaporkan dari tempat sebuah helikopter tentara Ukraina ditembak jatuh di timur negara itu pada tahun 2014. (ina/iml/trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembunuhan 

Berita Terkait

Mesir Bunuh Puluhan Pemberontak

Internasional

Mafia Narkoba Bunuh Polisi

Nusantara

Oposisi Bersekongkol Bunuh Presiden Venezuela

Internasional

Tukang Jagal Sapi Habisi Nyawa Preman

Nusantara

Dibakar Cemburu, Kekasih Mantan Pacar Dihabisi

Megapolitan

IKLAN