Jumat, 21 September 2018 09:22 WIB
pmk

Hukum

Fredrich Yunadi Dituntut 12 Tahun Penjara

Redaktur: Ali Rahman

Fredrich Yunadi

INDOPOS.CO.ID - Fredrich Yunadi dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ,Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (31/5) dalam sidang perdana kasus dugaan mencegah dan merintangi penyidikan perkara dugaan korupsi e-KTP atas nama terdakwa Fredrich Yunadi.

Fredrich Yunadi didakwa menghalangi proses penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat perkara Setya Novanto masih dilakukan penyidikan.

Jaksa Fitroh Rohcayanto mengungkapkan terdakwa dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa.

Selain melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, ia juga diduga telah memesan kamar pasien terlebih dahulu, sebelum Novanto mengalami kecelakaan tunggal.

"Fredrich juga meminta dokter RS Medika Permata Hijau untuk merekayasa data medis Setya Novanto. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK,"kata Fitroh.

Dijelaskan Jaksa bahwa pada saat itu Setya Novanto telah berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Fredrich Yunadi terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara, sebab dinilai melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (jpg/nue)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fredrich-yunadi #fitroh-rohcayanto #korupsi-e-ktp #setya-novanto 

Berita Terkait

IKLAN