Selasa, 20 November 2018 06:56 WIB
pmk

Nasional

Ngabalin: Saya Tidak Mau PA 212 Dipakai Politik Praktis

Redaktur: Ali Rahman

Tenaga Ahli Presiden Ali Mochtar Ngabalin (kanan) bersama Presiden Jokowi. Foto : Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tenaga Ahli Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyayangkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 digunakan dalam ajang politik praktis.

Memurut dia, PA 212 adalah organisasi yang secara emosional terikat dengan semua orang di republik ini, lebih utama masyarakat yang mengikuti aksi 212 pada Desember 2016 di Monas. "Saya tidak mau Persaudaraan 212 itu dipakai sebagai alat politik praktis," cetus Ngabalin kepada wartawan di Silatnas Golkar, Menteng Jakarta Pusat, (1/6).

Kemudian ia menyayangkan tingkah Amien Rais selaku Ketua Dewan Pembina PA 212 yang menyampaikan pidato provokatif dengan menunjuk-nunjuk foto Jokowi dalam Rakornas PA 212 beberapa waktu lalu.

Padahal, kata Ngabalin, Amien Rais itu bisa berpidato maupun melakukan manuver politik lain di Partai Amanat Nasional (PAN). "Itu kan tidak bagus, Presiden Jokowi kan masih presiden bukan kandidat, dia masih presiden, maka membutuhkan waktu," tegas Ketua Bakomubin itu.

Lebih jauh lagi, Ngabalin juga merasa sedih dengan manuver Amien dalam mencalonkan kandidat presiden melalui PA 212. Sekali lagi Ngabalin tegaskan, PA 212 bukan parpol.

"Kalau dia mencalonkan orang, memang persaudaraan alumni 212 itu partai politik? kalau teman-teman mau berpolitik kenapa tidak masuk partai," paparnya.

Sebelumnya, dalam Rakornas PA 212 di Bogor, Amien Rais meramalkan Jokowi bakal dilengserkan pada ajang Pemilu 2019. Pernyataan Amien itu pun menuai perhatian dari publik. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ali-mochtar-ngabalin #persaudaraan-alumni-212 #silatnas-dan-bukber-golkar #amien-rais #presiden-jokowi 

Berita Terkait

IKLAN