Selasa, 25 September 2018 08:38 WIB
pmk

Internasional

Kim Jong-un Surati Trump

Redaktur:

MENANTI PERTEMUAN - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara saat konferensi pers setelah bertemu dengan tangan kanan Kim Jong Un, Kim Yong Chol, Kamis (31/5). Diketahui Kim Yong-chol membawa surat pribadi Kim Jong-un untuk Trump. AFP PHOTO / KENA BETANCUR

INDOPOS.CO.ID - Presiden AS Donald Trump pada Kamis, (31/5), mengesampingkan kemungkinan mendaoatkan kesepakatan cepat untuk denuklirisasi Korea Utara (Korut). Sementara itu, delegasi dari Pyongyang yang menemuinya membawa surat dari Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un, Jumat, (1/6). Surat itu berisi agar pertemuan Kim dan Trump tetap dilaksanakan di Singapura.

Seperti dilansir Reuters, Trump mengatakan, ia masih berharap untuk bertemu dengan Kim pada 12 Juni di Singapura untuk mendorong denuklirisasi Korut. Namun Trump mengakui mungkin memerlukan lebih banyak waktu guna mencapai tujuan itu.

Dalam sebuah wawancara di Air Force One, Trump mengatakan, ingin melihat denuklirisasi. Namun ia yakin untuk mencapainya membutuhkan banyak pertemuan. "Tidak mungkin hanya dilakukan dalam satu, dua, tiga kali pertemuan, harus beberapa kali pertemuan hingga mencapai titik tertentu."

Sebelumnya, Korut telah menolak permintaan AS untuk pelucutan senjata nuklir sepihak dan malah berdebat untuk pendekatan bertahap untuk denuklirisasi seluruh Semenanjung Korea. Di Pyongyang, Kim mengatakan, keinginan negaranya untuk melihat denuklirisasi di Semenanjung Korea tetap dilaksanakan.

Kim juga berharap hubungannya dengan AS akan diselesaikan secara tahap demi tahap. Ia mengatakan, masih berharap menemukan solusi untuk memenuhi kepentingan satu sama lain melalui metode baru di era baru dan di bawah situasi baru.

Kunjungan pejabat Korut ke Gedung Putih akan menjadi yang pertama oleh pejabat tingkat tinggi dari negara terisolasi tersebut sejak tahun 2000, ketika tokoh senior Jo Myong Rok bertemu dengan Presiden Bill Clinton dalam putaran sebelumnya dari upaya pelucutan senjata yang berbuah kegagalan.

Di tempat terpisah, saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Kim sepakat Rusia dan Korut harus mengadakan pertemuan bilateral tahun ini.

Sampai tahun ini, Kim telah mengadakan dua pertemuan tingkat tinggi dalam beberapa pekan terakhir dengan Korea Selatan dan melakukan dua kunjungan ke Tiongkok sebagai bagian dari kampanye diplomatik yang ditujukan untuk mengurangi isolasi Pyongyang dan sanksi internasional yang dipimpin AS. (ina/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #donald-trump #israel 

Berita Terkait

Dikritik Keras Obama, Trump Ngantuk

Internasional

IKLAN