Kamis, 20 September 2018 07:57 WIB
pmk

Internasional

Wartawan Rusia Palsukan Kematiannya

Redaktur:

DRAMA PEMBUNUHAN - Wartawan Rusia Babchenko memalsukan kematiannya. Itu dilakukan untuk melindungi keselamatannya. AFP PHOTO / GENYA SAVILOV

INDOPOS.CO.ID - Ukraina memalsukan kematian wartawan Rusia di negara tersebut Arkady Babchenko yang tewas ditembak di apartemennya di Kiev pada Rabu, (30/5). Baru terungkap, sandiwara kematiannya dilakukan untuk melindungi keselamatan Babchenko dari rencana pembunuhan yang diduga dilakukan Rusia terhadapnya.

Babchenko merupakan wartawan yang terkenal membangkang dan kerap melayangkan kritik keras terhadap Kremlin. Ia tak disukai akibat kritik-kritiknya yang tajam.

Babchenko mengatakan, ia berkolaborasi dalam sebuah rencana untuk memalsukan kematiannya sendiri karena takut menjadi sasaran pembunuhan Rusia. Seperti yang terjadi pada mantan agen Rusia Sergei Skripal yang diracun Novichok di Salisbury, Inggris.

Pejabat Ukraina mengatakan, Babchenko tewas ditembak mati di gedung apartemennya di Kiev, Ukraina. Gambar jenazahnya yang tergenang darah pun telah diterbitkan. Kematian palsu itu begitu menyakinkan hingga seluruh media di dunia tertipu.

Seperti dilansir Reuters, para pejabat Rusia meminta dilakukan penyelidikan terhadap upaya pembunuhan terhadap Babchenko. Rusia membantah pihaknya berupaya membunuh wartawan tersebut.

Pejabat keamanan Ukraina menjelaskan, mereka memalsukan kematian Babchenko demi menggagalkan dan mengekspos rencana terhadap pembunuhan Babchenko yang dilakukan Rusia.

Pemalsuan kematian Babchenko tersebut menuai kecaman dari beberapa advokat media dan para pengamat. Mereka menilai tipu muslihat seperti itu telah merusak kredibilitas dalam jurnalisme.

Babchenko mengaku, ia terlibat dalam tipu muslihat yang dilancarkan pejabat kemanan Ukraina karena merasa terancam keselamatan hidupnya. Ia mengatakan, betapa lelahnya bermain dengan sandiwara yang rumit.

Ia bahkan hanya ingin menghilang ke Kutub Utara setelah para pejabat keamanan Ukrainana menyampaikan rencana pembunuhan Rusia terhadapnya.

"Bagi semua orang yang mengatakan hal ini menggerogoti kepercayaan terhadap wartawan, apa yang akan kamu lakukan jika berada di posisi saya. Jika mereka datang dengan sesuatu yang mengancam kamu?" kata Babchenko.

Menurut Babchenko, kekhawatiran atas keselamatan diri harus didahulukan terlebih dahulu daripada etika jurnalistik. (ina/iml/trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #peristiwa 

Berita Terkait

Begum Kulsoom Menghadap Sang Maha Kuasa

Internasional

Didenda Rp 16,1 Juta karena Iseng

Internasional

Seorang Pria Tewas di Diskotik

Jakarta Raya

Usai Berobat, IRT Tewas Dianiaya Orang Gila

Megapolitan

31 Tahun Menghilang, Jasad Pendaki Wanita Ditemukan Di Elbrus

Internasional

IKLAN