Kamis, 15 November 2018 05:53 WIB
pmk

Banten Raya

Lagi, IKI Bantu Anak Yatim Piatu Berkebutuhan Khusus

Redaktur:

PEDULI-Dra Hj Elfrida M.Si mewakili Dinas Dukcapil Kabupatan Tangerang bersama Drs KH Saifullah Ma’shum MSi dan Leopard Lyman beserta peneliti dari Yayasan IKI menyerahkan akta kelahiran kepada Suster Yustin, pengasuh Panti Asuhan Bhakti Luhur, Citra Raya, Kabupaten Tangerang, (30/5).

INDOPOS.CO.ID - Untuk kesekian kalinya, pada 2018, Yayasan Institut Kewarganegaraan Indonesia (Yayasan IKI) memberikan bantuan penerbitan 218 akta kalahiran bagi anak-anak yatim piatu berkebutuhan khusus (cacat ganda) Panti Asuhan Bhakti Luhur, Citra Raya, Kabupaten Tangerang, (30/5)

Yayasan Bhakti Luhur adalah yayasan sosial yang memberi perhatian secara khas kepada para penyandang cacat yang miskin, terlantar dan dipinggirkan. Secara resmi Yayasan Bhakti Luhur berdiri pada 5 Agustus 1959.

Yayasan Bhakti Luhur dengan Misi dan Visi-nya yang khas, yakni pelayanan anak cacat yang karena salah satu atau beberapa sebab seperti fisik, psikis, mental, sosio-ekonomi yang menyebabkan keterbelakangan dalam perkembangannya.

Dalam kegiatan ini, Yayasan IKI dibantu relawan-relawan yang dikoordinir H Ridwan, untuk mengisi formulir-formulir dan membantu verifikasi sebelum diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Menurut Ketua III Yayasan IKI Drs KH Saifullah Ma’shum MSi, kegiatan ini merupakan langkah nyata IKI dalam  mewujudkan kesetaraan hak sesama warga negara Indonesia dalam pemenuhan dokumen kewarganegaraan dan kependudukan, dan pentingnya dokumen jati diri. Dan IKI berkomitmen dan konsisten dalam memperjuangkan kesetaraan hak sesama warga bangsa.

”Saya sangat bangga dan mengapresiasi kepedulian teman-teman relawan ini. Mereka memiliki kepedulian terhadap sesama. Mereka membantu mengisi formulir yang dipersyaratkan, sampai menyerahkan berkas permohonan ke kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Tangerang,” ujar KH Saifullah Ma’shum.

Bendahara Umum Yayasan IKI Leopard Lymanmengatakan, sampai sekarang IKI sudah membantu penerbitan 537 akta lahir untuk anak-anak yatim piatu, terutama di panti-panti asuhan. Pada 2017 IKI telah mengadvokasi dan memfasilitasi lebih dari 62.996 akta kelahiran di beberapa daerah di Indonesia.

”Ke depan kami berharap Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil seharusnya ‘menjemput bola’ (menjemput berkas anak-anak, Red) melalui  sekolah-sekolah, rumah sakit, puskesmas, pondok-pondok pesantren, panti-panti asuhan, dan sebagainya, untuk diterbitkan akta lahirnya,” katanya. (aro)


TOPIK BERITA TERKAIT: #yayasan-iki 

Berita Terkait

IKLAN