Rabu, 26 September 2018 04:13 WIB
pmk

Megapolitan

Kisah Mochammad Irfan Bachir, Santri yang Lumpuhkan Dua Begal

Redaktur:

PENGHARGAAN-Mochammad Irfan Bachir deny iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID - Akhirnya, Polres Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan kepada Mochammad Irfan Bachir, 19 dan sepupunya, Achmad Ropiki, 18. Sebelumnya, Irfan sempat ditetapkan tersangka karena membunuh satu dari dua pelaku perampokan yang hendak menggasak telepon selular (ponsel) miliknya dan sepupunya.

Aksi berani melawan perampok yang dilakukan Irfan dan Ropiki, membuat Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto membantah penetapan tersangka tersebut. Dalam pemberian penghargaan yang dilakukan Kamis (31/5), Indarto mengatakan kalau aksi Irfan dan Ropiki melawan perampok menginspirasi.

”Ya, tentunya bagi Polres Bekasi Kota mereka adalah warga kehormatan. Aksi mereka menginspirasi,” terangnya di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (31/5). Untuk diketahui, Irfan dan sepupunya sempat menjadi perbincangan publik karena berani melawan begal yang merampas ponsel keduanya.

Peristiwa perampokan itu terjadi di Jalan Layang Summarecon Bekasi, Rabu (23/5). Meski terluka diserang clurit, tapi Irfan berhasil menghajar hingga terluka parah dua begal yang masing-masing bernama AS, 17 dan IY, 17. Keduanya dihajar Irfan menggunakan clurit yang dibawa pelaku bernama AS.

Akibatnya, AS terluka para setelah diserang Irfan dengan clurit di perut, leher dan pinggang. AS akhirnya tewas setelah sempat dirawat di RS Anna Medika Bekasi. Sedangkan IY kondisinya kritis dan kini dirawat RS Polri Dr Soekamto, Jakarta Timur. Kini, IY sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Meski berhasil menggagalkan aksi perampokan, tapi Irfan juga mengalami enam luka sabetan clurit di tubuhnya dengan belasan jahitan. Irfan terluka di lengan, punggung, paha, jari dan pipi. Siapakah Irfan yang kisahnya sempat mendapatkan perhatian publik karena keberaniannya tersebut?

Irfan tercatat sebagai santri asal Pondok Pesantren Darul Ulum, Bandungan, Pakong, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Remaja yang baru lulus madrasah ibtidaiyah setingkat SMA itu memang dikenal mempunyai silat. Irfan mengaku mempelahari ilmu bela diri di Perguruan Silat Joko Tole sejak setahun lalu.

”Saya belajar silat untuk menjaga diri dari tindak kejahatan,” terangnya saat ditemui di Mapolres Metro Bekasi Kota. Dia bercerita tak menyangka bakal menjadi korban begal. ”Kalau tidak lawan, saya mati,” cetusnya juga. Irfan mengaku datang ke Kota Bekasi ingin berlibur ke rumah pamannya di Jalan Agus Salim, Kota Bekasi.

Dia mengaku liburan ke Kota Bekasi selama 10 hari.

Selama di kota itu, Irfan bersama sepupunya Ropiki sering jalan-jalan. Sebelum peristiwa terjadi, Irfan mengaku baru saja dari Alun-Alun Bekasi di Jalan Veteran, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Saat tengah malam, Irfan bersama Ropiki menikmati pemandangan dari Fly Over Summarecon. ”Saya berfoto selfie. Kurang lebih 15 menit di situ," katanya juga. Kesenangan Irfan buyar, setelah didatangi dua pemuda yang mengendarai satu sepeda motor. Lantas satu orang mengeluarkan celurit sambil meminta ponsel.

”Ropiki memberikan ponselnya karena takut dibacok," ujarnya. Setelah itu, pelaku mendatanginya dan kembali meminta HP. "Lalu saya dibacok kena pinggang. Tapi bacokan kedua saya tangkis, dan pelaku saya tendang kakinya sampai jatuh," katanya. Tapi saat pelaku jatuh, kata Irfan, celurit mengenai pipi dan tangannya.

Tapi Irfan berhasil merebut clurit pelaku lantas dia menyerang balik. Selanjutnya, kata Irfan juga, pelaku yang terkena bacokan melarikan diri dan meminta pertolongan rekannya yang saat itu berada di atas sepeda motor. Karena ponsel milik Ropik masih dipegang pelaku, Irfan kembali membacok punggungnya..

”Saya bilang mana ponsel teman saya. Terus orang itu kasih ke saya, sambil minta maaf,” tandasnya. Setelah keduanya pergi, saya ke rumah sakit mengobati luka dan melapor aksi perampokan ke kantor polisi. Belakangan pelaku yang tewas dibacok Irfan mengaku menjadi korban begal. Tapi polisi mengungkap kasus tersebut. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #begal-motor #penghargaan #kriminal 

Berita Terkait

IKLAN