Jumat, 16 November 2018 02:52 WIB
pmk

Internasional

Foto Wanita Tentara Israel Terduga Penembak Razan Viral di Internet

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto Tentara wanita Israel terduga penembak Razan Najjar

INDOPOS.CO.ID - Kematian Razan Najjar, petugas medis dari Palestina menyisakan duka mendalam. Kepergian tragis Razan di medan perang sewaktu memberikan pertolongan medis membetot perhatian dunia.

Razan meregang nyawa setelah mengalami dua luka tembak di dada. Dia meninggal dunia sewaktu menjalankan tugas sebagai perawat di tengah aksi damai di Jalur Gaza, Jumat, (1/6). Ribuan warga Palestina mengantarkan jenazah Razan ke pusara terakhir. Pelayat membungkus tubuh kaku Razan dengan bendera Palestina.

Setelah kematian Razan, jagat dunia maya heboh dengan foto-foto Tentara wanita Israel diduga sebagai pembunuh Razan. Instagram @the_emancipated memposting foto wanita bersenjata bernama Rebecca. Foto tentara wanita itu disebut-sebut sebagai sniper pencabut nyawa Razan.

Instagram itu memberikan sekilas info tentang Rebecca. "Dia lahir dan besar di Boston, Amerika Serikat," tulis akun @the_emancipated. "Berasal dari keluarga Yahudi taat, dia memiliki mimpi besar menetap di Israel," demikian keterangan foto Rebecca masih di akun Instagram @the_emancipated.

Memasuki usia remaja, tepat 18 tahun, Razan meninggalkan AS dan tinggal di Israel. Dia kemudian masuk dari dinas tentara. Rebecca mendaftar masuk ke Pasukan Pengaman Israel (IDF).  Kini dia menjadi tentara terlatih di Intelijen Lapangan IDF.  Sejauh ini, belum didapat keterangan pasti soal fakta, Rebecca pelaku penembak Razan. 

Perwakilan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov mengecam arogansi Tentara Israel. Melalui keterangan resmi menyatakan, penembakan Razan merupakan kejahatan perang. "Tenaga medis bukan target. Israel perlu mengukur kekuatan sedangkan Hamas harus menahan diri di jalur Gaza," kata Nickolay dilansir Daily Mail. 

Palang Merah Internasional menyoroti kematian tragis Razan sewaktu sedang memberikan pertolongan medis. "Israel melanggar konvensi Jenewa. Menembaki tenaga medis kejahatan perang."

Dengan kematian Razan, sudah 123 orang warga sipil di Jalur Gaza meregang nyawa karena serangan brutal Israel sejak Maret 2018. Tensi di Jalur Gaza mencapai puncak pada 14 Mei, sebanyak 61 warga sipil Palestina tewas dalam bentrokan dengan Tentara Israel.

Warga Palestina protes karena pengalihan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem. Seorang demonstran, Khelad al-Batsh berbicara di pemakaman Razan kembali membakar semangat warga di Jalur Gaza kembali melanjutkan perjuangan. "Kami bakal keluar dari kepungan Israel dengan aksi damai," 

(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #israel #palestina #razan-najjar 

Berita Terkait

Mesir Desak Israel Stop Kekerasan di Gaza

Internasional

Damaikan Palestina dan Korea

Headline

Saudi Borong 500 Tank Merkava Israel

Internasional

IKLAN