Minggu, 18 November 2018 07:35 WIB
pmk

Internasional

Sabreen: Putriku Sasaran Penembak Jitu Israel

Redaktur: Purwoko

INDOPOS.CO.ID - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Razan Al-Najjar. Ya perempuan 21 tahun tersebut merupakan paramedis penolong demonstran yang terluka di Jalur Gaza. Dia ditembak mati oleh pasukan Israel pada Jumat (1/6).

Dia ditembak di bagian dada. Laporan lain menyebut di bagian jantung, saat memberikan pertolongan pertama pada seorang demonstran Palestina yang terkena hantaman tabung gas air mata. Razan sudah memberi aba-aba dengan mengangkat tangan.

"Mereka (Israel) tahu Razan, mereka tahu dia seorang paramedis, dia telah membantu mengobati luka sejak 30 Maret," ungkap Sabreen Al-Najjar, ibu Razan dengan penuh air mata, seperti dikutip dari Middle East Eye, Senin (4/6).

"Putriku adalah sasaran para penembak jitu Israel. Peluru ledak langsung ditembak di dadanya; itu bukan peluru acak," sambung Sabreen.

Razan merupakan sulung dari enam bersaudara. Menjadi paramedis setelah mengambil diploma keperawatan umum. Dia menjadi sukarelawan di rumah sakit, LSM dan organisasi medis.

Setidaknya 121 orang Palestina telah terbunuh sejak awal Great March of Return. Sebabnya adalah peluru tajam yang ditembakkan ke bagian atas tubuh. Razan adalah paramedis Palestina kedua yang ditembak mati sejak protes dimulai. Yang pertama, Moussa Abu Hassanein, ditembak dua minggu lalu. (asp)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #razan-al-najjar #israel #palestina 

Berita Terkait

Mesir Desak Israel Stop Kekerasan di Gaza

Internasional

Mesir Desak Israel Stop Kekerasan di Gaza

Internasional

Damaikan Palestina dan Korea

Headline

Saudi Borong 500 Tank Merkava Israel

Internasional

IKLAN