Megapolitan

Marah Dengar Tadarusan, WN Prancis Minta Maaf

Redaktur:
Marah Dengar Tadarusan, WN Prancis Minta Maaf - Megapolitan

MUSYAWARAH-WN Prancis Mr Frank dan Ustad Ade Syafei berdamai setelah dimediasi polisi Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Viralnya video di medsos terkait Warga Negara Asing (WNA) yang marah-marah kepada seorang ustad karena pengeras suara musala di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor langsung ditindaklanjuti kepolisian setempat.

Jajaran Polsek Ciampea langsung bertindak mengamankan WN Perancis bernama Mr Frank, 62 tersebut.             ”Polsek Ciampea langsung menenangkan warga agar tidak bertindak reaktif ,” terang Kapolres Bogor AKBP Andi Mohammad Dicky, Minggu (3/6).

Selanjutnya, katanya juga, tokoh masyarakat sekitar termasuk pengurus MUI Desa Ciampea langsung menggelar pertemuan akibat kasus tersebut. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan melalui musyawarah untuk mufakat.

”Musyawarah masalah ini dihadiri kedua belah pihak. Juga hadir Kapolsek Ciampea didampingi petugas Babinsa TNI AD dan petugas Babinkamtibmas setempat,” ucapnya juga. Selain itu, polisi juga memeriksa data-data kewarganegaraan WN Prancis tersebut, seperti pasport dan visa.

Menurut kapolres yang akrab disapa Dicky ini, kronologis awal Polsek Ciampea Polres Bogor mendapatkan laporan dari warga Kampung Ciampea Hilir, Desa Tegalwaru terkait protes seorang WN asing karena pengeras suara di musala.

Ada kesalahpahaman antara warga yang tengah tadarus dan mengaji di Musala Nurul Jadid pimpinan Ustad Adi Syafei. ”Ternyata ada warga negara Prancis tinggal berhadapan dengan musala merasa terganggu. Dia lantas menegur ustad dan cekcok mulut antara Mr Frank dan Ustadz Ade Syafei. Kejadiannya Sabtu 2 Juni 2018 lalu,” bebernya.

Untuk diketahui, Mr Frank menikah dengan wanita Indonesia bernama Asmini, 50. Sang istri menjelaskan bahwa suaminya mengidap gangguan emosi dan sering marah-marah. Akibat kelakuannya itu, Mr Frank tidur pun sering di tempatkan di luar rumah.

Saat mediasi, Mr Frank akhirnya menyadari kesalahan yang diperbuatnya karena emosi. Dia juga meminta maaf karena sudah mengeluarkan perkataan tidak patut. Dia mengaku tidak mengetahui kegiatan shalawatan dan tadarus merupakan kegiatan umat muslim selama Ramadan.

”Mr Frank memohon maaf kepada Ustad Ade Syafei dan warga sekitar atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu,” pungkasnya Dicky juga. (mar/pj/jpg)

 

Berita Terkait

Megapolitan / Mencurigakan, Belasan WNA Diciduk Imigrasi

Megapolitan / Staf PN Urunan Bangun Musala

Jakarta Raya / Aksi Penangkapan Ular Sanca

Megapolitan / Rem Blong, Truk Hajar Tiga Rumah Warga

Banten Raya / Proyek Jembatan Tangerang-Serang Roboh


Baca Juga !.