Headline

KPK Garap Lagi DPR, Kompak Nggak Kenal

Redaktur:
KPK Garap Lagi DPR, Kompak Nggak Kenal - Headline

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyasar anggota DPR RI. Kali ini, lembaga antirasuah itu memeriksa lima orang anggota dewan di antaranya Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Melchias Markus Mekeng, Mirwan Amir, Agun Gunanjar Sudarsa, dan Khatibul Umam. Semuanya diperiksa sebagai saksi untuk keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung dalam kasus korupsi e-KTP.

Salah satu yang telah diperiksa yakni, Melchias Marcus Mekeng yang juga mantan anggota Badan Anggaran DPR. Politisi Partai Golkar itu mengaku dikonfirmasi penyidik KPK soal kenal atau tidaknya dengan Irvanto dan Made Oka. "Ya enggak ada, kan cuma soal dua tersangka, Made Oka dan Irvanto. Saya katakan (ke penyidik, Red) tidak mengenal kedua orang itu. Jadi bagaimana saya bisa memberikan keterangan, itu saja," ujarnya kepada wartawan saat dihubungi, Senin (4/6).

Di sisi lain, Mekeng juga ditanya terkait tugasnya di Badan Anggaran DPR dan tentang Komisi II. "Nggak ada yang baru, cuma tugas saya sebagai Badan Anggaran DPR, Komisi II itu apa, itu saja," kata Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.

Senada juga diungkapkan Khatibul Umam Wiranu. Mantan Pimpinan Komisi II DPR RI itu mengaku dikonfirmasi penyidik soal Irvanto dan Made Oka. "Konfirmasi tentang biodata saja. Saya kenal apa enggak, Irvanto sama Made Oka," kata Khatibul.

Ia pun memberikan pengakuan tak mengenali keduanya kepada penyidik KPK. Dengan demikian, tak ada pertanyaan lanjutan dalam pemeriksaannya kali ini. "Nggak ada yang kenal. Makanya cepat kan, cuma satu jam. Cuma ditanya kenal atau tidak. Kalau tidak kenal kan tidak akan dikonfirmasi (lebih lanjut, Red) lagi," tandasnya.

Khatibul juga mengungkapkan, pembahasan soal penganggaran e-KTP dan hal terkait lainnya telah disampaikan dalam berbagai pemeriksaan sebelumnya. "Soal penganggaran nggak ditanyain juga. Karena kan sudah pernah ditanyakan ke saya," imbuhnya.

Selain itu, Khatibul mengaku dikonfirmasi ada atau tidaknya relasi keluarga dengan Irvanto atau Made Oka. "Karena tidak kenal. Apa ada hubungan keluarga apa enggak, saya nggak tahu. Wajahnya (Irvanto dan Made Oka, Red) tadi juga diperlihatkan, enggak tahu," ujar dia.

Anggota DPR RI lainnya, Arif Wibowo juga ditanyai hal yang sama. Dia menegaskan, tak mengenal Irvanto dan Made Oka dan tak tahu soal pembahasan dana proyek e-KTP. "Nggak ada pembahasan. Nggak pernah kenal. Kenal juga nggak, apalagi pernah ketemu berhubungan," tandasnya.

Di sisi lain, anggota DPR periode 2009-2014 Mirwan Amir juga mengaku tak kenal dengan Irvanto dan Made Oka. "Kenal sama Irvanto atau nggak? Kenal sama Made Oka atau nggak? Semuanya saya nggak kenal. Hanya itu saja," kata dia.

Mantan pimpinan Badan Anggaran DPR itu juga sempat ditanya soal pembahasan postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) pada waktu itu. "Saya kan di Badan Anggaran, kami hanya membahas postur APBN, jadi kami tidak pernah membahas tentang e-KTP," ujarnya.

Sementara anggota DPR lainnya, Agun Gunandjar Sudarsa tak menjawab secara jelas apakah ia mengenal Irvanto dan Made Oka. Dia menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut dalam persidangan. "Kita tunggu bagaimana pengadilan membuktikan semua keterangan yang disampaikan oleh siapa pun termasuk dengan Irvanto, termasuk dengan Made Oka, kita lihat saja. Saya sebagai saksi sudah dimintai keterangan dengan sebenarnya," kata dia.

Terpisah, Ketua DPR RI Bamsoet menjelaskan, pagi hari, dirinya sudah berkoordinasi dengan KPK atas ketidakhadirannya tersebut dan sudah mengirimkan surat untuk dijadwalkan kembali. ”Saya harus mengejar waktu yang sangat pendek di DPR ini untuk menyelesaikan tugas-tugas kedewanan, karena Senin (11/6) sudah libur nasional. Jadi kami harus menuntaskan pekerjaan baik protokoler dan kedewanan,” ujarnya.

Untuk itu, Bamsoet meminta KPK menjadwalkan kembali pemanggilan terhadap dirinya sebagai saksi atas perkara dugaan korupsi atas tersangka Irvanto dan Made Oka. ”Saya mengapresiasi kinerja KPK yang semakin baik dalam melakukan penindakan terhadap perkara-perkara korupsi,” katanya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan, selama sepekan ke depan, KPK berencana menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari DPR. Saksi-saksi dari DPR nantinya akan dikonfirmasi terkait dugaan aliran dana dan proses penganggaran proyek e-KTP. ”Ada saksi yang dikonfirmasi salah satunya, tapi juga ada yang keduanya," katanya saat dikonfirmasi, Senin (4/6).

Febri juga mengaku sejumlah saksi juga akan diklarifikasi terkait proses pengadaan proyek e-KTP. Surat panggilan terhadap para saksi dari anggota DPR telah disampaikan dengan patut. KPK berharap semua saksi yang dipanggil mematuhi kewajiban hukumnya.  "Jadi kami harap saksi-saksi yang dipanggil memberikan contoh baik dan hadir memenuhi kewajiban hukum tersebut," tutupnya. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Kasus Gratifikasi RY, KPK Panggil Dua saksi

Nasional / Mau Bantu KPK Pilih Anggota, Kirim ke Email ini

Nasional / Lolos Seleksi, Ini 104 Nama Capim KPK

Nasional / KPK Ajak Anak Muda Pahami Pentingnya Pencegahan Korupsi


Baca Juga !.