Selasa, 25 September 2018 06:30 WIB
pmk

News in Depth

Teknologi e-KTP Harus Terus Di-Upgrade

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - PENGAMAT sekaligus Pakar Ilmu Forensik Digital Ruby  Alamsyah mengatakan, secara teknologi penggunaan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) untuk pendataan warga negara Indonesia sudah tepat. Hanya saja, secara teknis penerapannya masih perlu ditingkatkan.

”Kalau asumsi pengandaan e-KTP itu tidak jelas. Tidak berkaitan dengan kebijakan penerapan e-KTP,” ujar Ruby Alamsyah kepada INDOPOS, Jumat (1/6) lalu.

Menurut Pakar Temelatika ini, penerapan teknologi e-KTP sudah mengikuti standar Internasional, yakni teknologi single identity number. Teknologi tersebut bisa digunakan untuk keperluan lain-lain.

”Kalau tercecer itu hanya soal administratif, pengiriman e-KTP yang rusak. Itu tidak ada kaitan dengan teknologi sama sekali,” kata Pria yang mendapat julukan Master Dunia Cyber ini.

Lebih jauh Ruby menerangkan, penerapan program e-KTP bisa ditingkatkan dengan sistem yang terintegrasi. Agar pendataan warga negara Indonesia bisa lebih baik dan bisa disinergikan ke semua lini (Kementerian/ Lembaga).

Seperti, salah satunya sinergitas dari sistem Dukcapil ke dunia perbankan. ”Jadi orang tidak bisa lagi buat rekening palsu, karena data bisa dideteksi secara langsung dari e-KTP,” terangnya.

Dia mengakui, penggunaan data e-KTP secara terintegrasi ke pihak ketiga baik pemerintah atau swasta belum optimal. Padahal teknologi e-KTP sudah cukup baik dengan pendataan yang sudah bagus.

Namun, penerapan data e-KTP secara integrasi masih terkendala oleh pengadaan alat e-KTP raider di masing-masing instansi dan lembaga. ”Pengadaan itu impelentasi integrasinya harus disiapkan aplikasi antara Dukcapil dan pihak ketiga. Teknis ini yang harus dioptimalkan,” sarannya.

Seperti diketahui, tahun lalu sempat beredar e-KTP ganda atau palsu buatan luar negeri. Kala itu, alamat penerima e-KTP palsu yang dikirim dari Kamboja ada di seluruh wilayah Jakarta.

Temuan satu warga memiliki tiga KTP dan juga NPWP ditemukan di kawasan Kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat.

Bahkan, Mendagri Tjahjo Kumolo kala itu membenarkan penemuan e-KTP palsu yang beredar di masyarakat. Tjahjo menduga, e-KTP itu dibuat di Tiongkok dan Prancis.

Namun, dia kala itu memastikan, tidak ada intervensi asing dalam pembuatan e-KTP palsu tersebut. Justru yang melakukan itu orang Indonesia. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #buntut-kasus-e-ktp-tercecer-di-bogor #e-ktp 

Berita Terkait

IKLAN