Jumat, 21 September 2018 09:05 WIB
pmk

Nasional

Pemerintah Jamin Ketersediaan Premium

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah kembali menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium pada seluruh SPBU Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Pasalnya, BBM jenis premium sudah mulai dirasakan kelangkaannya. Karena itu, premium disiagakan stok 8 ribu kiloliter (KL) per hari.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Muhammad Ibnu Fajar mengaku suplai kebutuhan premium tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. ”Mungkin tidak seluruh SPBU tapi hampir semua rata stoknya segitu,” tutur Ibnu Fajar, di Jakarta, Senin (4/6).

Ibnu menjelaskan, pihaknya menargetkan sebanyak 571 SPBU kembali berjualan premium pada 7 Juni 2018. Di mana, hingga saat ini baru 28 SPBU kembali menjajakan premium. ”Kembali akan disalurkannya premium pada 571 penyalur berlokasi di Jamali. Sampai dengan pelaksanaan posko pada 3 Juni 2018, telah terealisasi sebanyak 28 penyalur di Jamali telah menyalurkan premium kembali,” tegasnya.

Ibnu menuturkan, total penyalur di Jamali yang menyalurkan premium saat ini berjumlah 1.547 penyalur eksisting. Targetnya, bisa terealisasi 571 penyalur di Jamali yang menyalurkan Premium kembali paling lambat pada 7 Juni 2018. Instruksi itu merupakan realisasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meneken revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak yang mewajibkan BBM Premium disalurkan pada wilayah Jamali.

Dari 3.445 SPBU di wilayah Jamali, hanya sekitar 44 persen atau sebanyak 1.519 SPBU menyediakan BBM jenis premium. Sementara 56 persen sisanya atau sebanyak 1.926 SPBU tidak menjual premium. Oleh sebab itu, bila Jokowi sudah menandatangani revisi Pepres 191/2014 tersebut, maka BPH Migas akan segera menugaskan Pertamina untuk segera menyediakan premium pada 1.926 SPBU wilayah Jamali.

Selanjutnya BPH Migas menyampaikan, perusahaan swasta juga turut memberikan fasilitas BBM untuk masyarakat pengendara pada sejumlah jalur mudik. Pemerintah menugaskan perusahaan swata seperti PT AKR Corporindo menyediakan BBM kemasan mulai 8 Juni 2018. ”Badan Usaha AKR, tiga kios kemasan di kawasan Jawa Tengah, Jawa Timur di tol Fungsional Gempol-Pasuruan,” imbuh Ibnu.

Kemudian, Ibnu melanjutkan, Exxon yang merupakan perusahaan swasta lain juga memberikan fasilitas dengan membuka 5 kios SPBU mini di Purwakarta. Cadangan operasional BBM secara nasional selama masa posko Hari Raya ldul Fitri 2018 rata-rata untuk BBM Jenis Gasoline 23 hari, Gasoil 20 hari, Kerosene 52 hari, dan Avtur 27,5 hari. Sedangkan untuk cadangan harian LPG berada pada angka 17,7 hari.

Selama masa posko Nasional Idul Fitri Tahun 2018, lanjutnya, terdapat peningkatan pendistribusian yaitu jenis BBM Gasoline Premium meningkat 6,5 persen dan jenis Gasoil mengalami kenaikan yaitu Dexlite naik 26,6 persen. ”Dengan adanya penurunan pendistribusian, untuk jenis BBM Gasoil Solar/Akra Sol turun 22,15 persen. Pertamina Dex turun 26,6 persen. Pertalite turun 16,6 persen. Kerosene turun 16,67 persen. Pertamax/Akra 92 turun 1,7 persen, Pertamax Turbo turun 49,4 persen, dan Avtur turun 13,75 persen,” jelasnya.

Puncak realisasi BBM Jenis Bensin Premium pada 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 35.685 KL, Pertalite 3 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 44.294 KL, Pertamax pada 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 19.896 KL. Puncak realisasi BBM Jenis Solar 31 Mei 2018 dengan realisasi mencapai 71.256 KL. Pertamina Dex 1 Juni 2018 dengan realisasi 578 KL. dan Dexlite 3 Juni 2018 dengan realisasi 1.685 KL. (mys/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bbm #mudik-lebaran 

Berita Terkait

IKLAN