Selasa, 19 Juni 2018 03:53 WIB
bjb idul fitri

Banten Raya

SMKN I Cilegon Tingkatkan Budaya Literasi

Redaktur: Redjo Prahananda

Widodo,kepsek SMKN I Cilegon

INDOPOS.CO.ID - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Kota Cilegon terus meningkatkan budaya literasi di kalangan murid, dengan membangun ruangan perpustakaan yang refresentatif yang berbasis teknologi

Kepala Sekolah SMKN I Cilegon,Widodo mengatakan, saat ini SMKN I Cilegon mencoba nenyajikan bentuk layanan perpustakaan dengan membuat aplikasi yang juga bisa diakses melalui smartphone,dan membuat layanan by online,sehinga mempermudah peminjaman. ”Itu salah satu contoh kecil, masih banyak layanan yang lain termasuk mengadakan kegiatan bedah buku, pojok baca dalam upaya menumbuhkan gerakan literasi di kalangan murid,” terang Widodo, Rabu (6/6).

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Upaya yang dilakakuka oleh SMKN I Cilegon dalam menata perpustakaan secara baik dan benar akhirnya membuhakna hasil,dengan terpilihnya SMKN I Cilegon dalam lomba perpustakaan tingkat Provnsi Banten tahun 2018 yang diikuti oleh perwakilan sekolah di delapan Kota dan Kabupaten yang ada di Banten.

Menurut kepala sekolah SMKN I Cilegon, Widodo, Perpustakaan Sekolah SMKN I Cilegon terus meningkatkan fasilitas dan layanannya untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, guna meningkatkan gairah dalam mengembangkan perpustakaan sekolah. ”Hal itu sudah lama kami lakukan, sehingga kami terpilih menjadi juara pertama tingkat Kota Cilegon dan ikut dalam kompetisi perpustakaan tingkat Provinsi Banten emakili Kota Cilegon,” tutur Widodo.  

Ia menambahkan, bagi dia bukan persoalan ikut lomba yang menjadi kebanggaan. Namun yang terpenting adalah, upaya sekolah untuk meningkatkan budaya literasi selama ini di kalangan pelajar berhasil dilakukan, dengan terpilihnya SMKN I Clegon mengikuti lomba tingkat provinsi.

Selain itu kata Widodo, arahan dasar pengembangan SMK, khususnya lulusan SMK dalam menghadapi kecakapan abad 21, juga dituntut untuk belajar sepanjang hayat melalui pembentukan karakter, pembentukan literasi dan kompetensi.

“Dalam menumbuhkan gerakan literasi,salah satunya menghidupkan fungsi perpustakaan sebagai jantung sekolah, seiring dengan perkembangan teknologi dituntun untuk membuat inovasi inovasi pelayanan sehingga pemustaka agar merasa tertarik dan dibuat nyaman,” ungkapnya.

Tim penilai dari Provinsi Banten yang datang ke SMKN 1 Cilegon, diterima langsung oleh Widodo selaku kepala sekolah, dan tim juri juga mendapat paparan langsung dari Kepsek SMKN 1 Cilegon yang kemudian dilanjutkan meninjau langsung ke dalam perpustakaan milik sekolah. ”Saya lebih bersyukur dan bangga lagi, seandainya nanti berhasil masuk menjadi juara tingkat Provinsi sehingga dapat mengikuti lomba tingkat nasional,” kata Widodo.

Salah seorang tim penilai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, Ardius Prihantono yang dikonfirmasi INDOPOS mengatakan, ada beberapa indikator yang akan menjadi bahan penilaian dalam lomba perpustakaan tingkat provinsi Banten ini

"Indikator yang menjadi penilaian antara lain, kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan, pembinaan perpustakaan, serta bagaimana antusias murid terhadap perpustakaan itu sendiri," ujar Ardius yang juga mantan Sekretaris Disdikbud Banten ini.

Selain itu, kata Ardius, interaksi antara pihak sekolah dengan murid terhadap perpustakaan sekolah juga menjadi indikator lain dalam penilaian. "Seluruh indikator penilaian itu yang akan menentukan perpustakaan terbaik di Banten. Untuk selanjutnya akan diikutsertakan pada ajang perlombaan serupa di tingkat nasional," pungkasnya. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #smkn-i-cilegon #pendidikan 

Berita Terkait

IKLAN