Sabtu, 15 Desember 2018 07:19 WIB

Megapolitan

Belum Miliki Izin, Proyek Transmart Tajur Disegel

Redaktur:

TAK BERIZIN-Petugas Satpol PP Kota Bogor memasang segel di proyek pembangunan Transmart Tajur. adi/jpg

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengambil langkah tegas. Melalui Satpol PP, pemda setempat resmi menyegel proyek pembangunan Transmart Carrefour Tajur, Selasa (5/6). Penyegelan itu dilakukan pukul 11.00 WIB.

Aksi penyegelan itu dipimpin Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Kabid Gakperda) Satpol PP Kota Bogor, Danny Suhendra. Dia mengatakan penyegelan ini dilakukan karena Transmart Tajur belum menyelesaikan semua perizinan saat membangun.

Mulai dari izin Amdal Lalin, izin Lingkungan, IPPT dan terakhir Izin Mendirikan Bangunan (IMB). ”Segel akan dibuka  apabila Transmart Tajur menyelesaikan semua perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),” terangnya kepada sejumlah wartawan di lokasi penyegelan.

Danny juga mengungkapkan penyegelan Transmart Tajur karena melanggar Perda 6 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung. ”Perda itu berbunyi, membangun tanpa ada izin itu ilegal. Makanya kami segel. Tapi kami  memberikan kesempatan kepada mereka (Transmart Tajur, Red) untuk mengurus izin,” cetusnya.

Danny juga menegaskan jika pembangunan Transmart Tajur masih dilakukan selama penyegelan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan teguran keras. ”Yaitu dengan menyita barang, seperti alat berat pacul yang ada di lapangan termasuk semua kendaraan yang digunakan untuk beraktivitas akan kita sita,” cetusnya.

Sementara itu sebelum dilakukan penyegelan pihak Satpol PP membacakan berita acara terkait penyegelan pembangunan Transmart Tajur. Selain itu pembacaan berita acara penyegelan, Danny juga mengaku telah memberi tahu pihak yang bertanggung jawab terhadap proyek Transmart Tajur tersebut. (adi/pj/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bangunan-liar 

Berita Terkait

IKLAN