Selasa, 16 Oktober 2018 06:52 WIB
pmk

Kesehatan

Gorengan tak Baik untuk Berbuka, Begini Kata Ahli Gizi

Redaktur: Ali Rahman

Dokter spesialis gizi klinik UI, dr. Fiastuti Witjaksono SpGK. Foto: Media Sosial Pribadi

INDOPOS.CO.ID - Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Fiastuti Witjaksono SpGK menilai masyarakat sebaiknya menghindari makanan bertekstur keras, seperti gorengan sebagai menu untuk berbuka puasa.

Menurut Fiastuti, makanan dengan tekstur keras seperti gorengan berpotensi mengiritasi organ mulut dan tenggorok yang kering karena kekurangan cairan selama berpuasa. Akibatnya seseorang bisa mengalami radang tenggorokan.

“Sangat dianjurkan agar berbuka dengan makanan yang lembut dan berkuah seperti sup, atau sayur-sayuran,” ujarnya kepada redaksi, Kamis (7/6).

Selain itu, hal lain yang harus disadari diungkapkan Fiastuti, yakni daya tahan tubuh manusia ketika memasuki awal-awal puasa, bisa jadi melemah. Ini disebabkan karena ketika seseorang berpuasa, orang tersebut banyak tidak melakukan aktivitas mengunyah, sehingga organ mulut sedikit memproduksi air liur.

“Padahal aktivitas mengunyah dan air liur adalah mekanisme tubuh manusia dalam membuang bakteri,” tambah ibu dari 3 anak itu.

Kendati demikian, bakteri di dalam mulut bisa lebih banyak pada orang yang berpuasa dibandingkan dengan yang tidak berpuasa. Bakteri yang menumpuk tersebut menyebabkan bau mulut dan bisa meningkatkan risiko infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.

“Kondisi mulut dan tenggorokan yang lebih rentan ini harusnya membuat orang yang berpuasa, lebih memperhatikan asupan makanan yang ia makan selama berbuka dan sahur,” terang perempuan kelahiran Jogjakarta ini.

Selain berbuka puasa dengan makanan-makanan bertekstur lembut, dokter 64 tahun ini juga menganjurkan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis dalam porsi yang tidak berlebihan.

“Konsumsi buah manis dapat dijadikan alternatif makanan pembuka buka puasa yang baik,” ungkapnya.

Namun, tambahnya lagi, tidak semua buah aman dikonsumsi saat berbuka puasa. Fiastuti menyarankan untuk menghindari buah yang asam, karena buah jenis tersebut bisa membuat lambung menjadi bertambah asam dan terasa sakit. (mar)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #dr-fiastuti-witjaksono-spgk #gorengan-untuk-berbuka #kesehatan 

Berita Terkait

Merdeka dari Kuman, Kenapa Tidak

Jakarta Raya

Dewan Bakal Panggil Dirut RSUD Ciawi

Megapolitan

Kanker Paru, Sering Dikira TB

Jakarta Raya

Susu Sapi Kunci Kulit Putih Wanita Jepang

Jakarta Raya

Basmi Rabies di Jakarta

Jakarta Raya

Moms, Picky Eater Berisiko Stunting Lho

Jakarta Raya

IKLAN