Kamis, 21 Juni 2018 11:52 WIB
bjb idul fitri

Banten Raya

Ruang Kelas Kosong SMAN 1 Cilograng Ambruk

Redaktur: Ali Rahman

Atap tiga ruang kelas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cilograng Kabupaten Lebak, ambruk, Selasa (5/6) malam.

INDOPOS.CO.ID - Atap tiga ruang kelas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cilograng Kabupaten Lebak, ambruk, Selasa (5/6) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian akibat ambrolnya atap tiga rangan kelas ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Untuk mengetahui secara pasti penyebab Peristiwa ambruknya sarana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) disekolah tersebut kini polisi sudah bergerak dan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi.

Kepala SMAN 1 Cilograng, Uung Umaryadi mengatakan, ambruknya atap tiga atap ruang kelas disekolah yang dipimpinnya bermula pada bulan Maret  2018 saat terjadi gempa di selat Sunda mengakibatkan empat Ruang Kelas Baru (RKB) di lantai dua mengalami rusak berat terutama bagian rangka baja dan atapnya.

“Pada saat itu juga ruangan dikosongkan karena khawatir ada gempa susulan dan pada hari itu juga kami melaporkannya kepada KCD dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten,” katanya, melalui pesan elektroniknya kepada INDOPOS, Kamis (7/6).

Uung menuturkan, ambrolnya atap bangunan sekolah itu terjadi saat turun hujan deras yang mengguyur daerah tersebut, sehingga menyebabkan bangunan yang kondisinya sudah lama rusak berat itu ambrol.

“Mengenai bangunan yang rusak akan segera ditangani oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dindik Banten. Kami sudah menerima jawaban dari Dindik Banten bahwa SMAN 1 Cilograng mendapat prioritas dalam rehabilitasi RKB 2018,” tuturnya seraya menambahkan bahwa bangunan kini ditangani oleh Dindikbud Provinsi Banten.

“Tentu, semua dokumen pelaporan siap diaudit oleh siapapun karena memang kejadian tersebut murni karena akibat bencana,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten,Engkos Kosasih Samanhudi menegaskan, atap ruangan kelas SMAN I Cilograng, Kabupaten Lebak, yang ambruk, Selasa (5/6) lalu, akibat dampak gempa bumi pada bulan Maret 2018 lalu, sudah lama tidak digunakan dan sudah dialokasikan anggaran untuk memperbaiki pada tahun anggaran 2018 ini.

“Ruangan kelas SMAN I Cilograng yang ambruk itu sudah lama tidak digunakan pasca gempa bumi pada bulan Maret lalu,karena terdapat retakan pada bagunan dan juga ada kemiringan akibat guncangan gempa,” terang Engkos kepada INDOPOS, Kamis (7/6).

Engkos membantah,atap ruangan yang ambruk itu selama ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. ”Justru pasca gempa,kami meninjau langsung kondisi bangunan, dan memerintahkan kepada kepala sekolah untuk mengosongkan ruangan tersebut dan kami juga langsung mengalokasikan anggaran untuk merenovasi ruangan itu tahun ini," ungkapnya.

“Kami sudah memperkirakan bagunan itu tidak akan kuat jika terjadi gempa susulan atau hujan deras yang disertai angin kencang sehingga kami memerinthakan kepada kepala sekolah memindahkan ruangan belajar murid ke kelas lain," sambungnya.  

Sementara Kapolsek Cilograng, AKP Suparwono kepada wartawan mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, termasuk dari SMAN 1 Cilograng, terkait ambruknya atap tiga ruang kelas gedung sekolah tersebut. "Kita tengah memintai keterangan sejumah pihak dan juga dari sekolah. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak sekolah, atap gedung yang ambruk itu dibangun pada tahun 2008 lalu,” katanya. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sman-1-cilograng #sekolah-ambruk #uung-umaryadi 

Berita Terkait

IKLAN