Minggu, 21 Oktober 2018 06:57 WIB
pmk

Megapolitan

Jaminan KS NIK Lebih Irit Ketimbang JKN

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi Jawa Pos

INDOPOS CO.ID - Pemerintah Kota Bekasi memastikan alokasi pembiayaan Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS NIK) lebih irit ketimbang jaminan kesehatan nasional (JKN). Sebab, jaminan milik warga Kota Bekasi hanya mengeluarkan dibawah Rp 200 miliar dalam setahun.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, sampai sekarang pembiayaan KS NIk baru mencapai 50 persen. Padahal pagu anggaran dalam APBD 2018 yang dikucurkan mencapai Rp 110 miliar. "Kalau anggaran KS NIK tidak habis, bisa kita masukan kembali ke kas daerah," katanya, di Bekasi, Kamis (7/6).

Tanti menjelaskan, kebijakan penggunaan KS NIK memang lebih hemat dibandingkan dengan integerasi dengan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sebab, dari estimasi perhitungan premi penggunaan KS NIK adalah sebesar Rp288.461 perorang dalam satu tahun. 

Menurut Tanti, perhitungan tersebut berdasarkan perkiraan angka pesakitan sebesar 20 persen dari jumlah total penduduk Kota Bekasi sebanyak 2,6 juta jiwa. Hitungan ini termasuk dengan biaya perawatan penyakit kronis yang memerlukan biaya sebesar Rp 8 juta perorang. 

Perlu diketahui, selama ini Pemerintaj Kota Bekasi membayar biaya Jaminan pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebesar Rp 450 miliar. Anggaran itu untuk biaya kelas 3 Rp 25.500 per orang dengan jumlah penduduk mencapai 2,6 juta jiwa. (dny)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemkot-bekasi #kartu-sehat-berbasis-nomor-induk-kependudukan #jaminan-kesehatan-nasional #tanti-rohilawati 

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Batasi Rute Truk Sampah DKI

Megapolitan

Cegah Prostitusi, Penghuni Apartemen Didata Ulang

Megapolitan

Ngotot Ambil Alih SMA/SMK

Megapolitan

Hibah DKI Berkurang, Kota Bekasi Mengeluh

Megapolitan

IKLAN