Minggu, 21 Oktober 2018 06:55 WIB
pmk

Kesehatan

Jangan Konsumsi Mi Saat Berbuka, Ini Bahayanya

Redaktur: Nurhayat

Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr.Ir. Diah Mulyawati Utari, M.Kes. Foto : Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dalam kehidupan mahasiswa, berhemat sambil menunggu jatah uang dari orang tua sepertinya sudah biasa, terutama mahasiswa perantauan. Salah satu yang biasa dilakukan oleh mahasiswa dalam berhemat adalah dengan mengonsumsi mi instan, termasuk untuk berbuka di bulan Ramadan ini.

Menurut Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr.Ir. Diah Mulyawati Utari, M.Kes, mengonsumsi mi sebagai menu berbuka puasa bukanlah hal yang baik dalam jangka panjang.

“Jika mie ayam dimakan saat malam (misalnya setelah tarawih) tidak apa, namun jika berbuka langsung dengan mi ayam, dikhawatirkan pencernaan akan terkejut,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/6).

Diah menambahkan, menu berbuka puasa yang paling baik adalah minuman manis. Kemudian bisa dilanjutkan dengan takjil. Jangan sampai berbuka puasa langsung makan mi ayam atau mi goreng dan olahan mi lainnya. Minuman yang manis saat berbuka, menurut Diah, bermanfaat agar tubuh segera mendapatkan energi.

Dilanjutkan dengan makanan ringan atau takjil, dan setelah itu makanan utama. Namun jika saat buka bersama terpaksa makan makanan siap saji seperti junk food, Diah menyarankan agar menyisipi makanan dengan buah dan sayur.

“Tetap mengonsumsi buah dan sayur agar kebutuhan vitamin dan mineral tercukupi,” katanya.

Diah juga mengingatkan untuk tetap memenuhi kebutuhan air putih 2 liter per hari selama puasa. Caranya adalah ketika berbuka, seseorang bisa minum 2 gelas air putih secara bertahap, lalu dilanjutkan dengan minum 4 gelas air selesai tarawih.

“Saat sahur, minum lagi minimal 2 gelas air putih sehingga kebutuhan air terpenuhi,” tegasnya. (mar)


TOPIK BERITA TERKAIT: #makanan-berbuka 

Berita Terkait

IKLAN