Kamis, 16 Agustus 2018 07:05 WIB
pmk

Megapolitan

Pejabat Tangsel Mudik Pakai Mobil Dinas, Siap-siap Kena Sanksi

Redaktur: Nurhayat

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan siap memberikan sanksi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan menggunakan mobil dinas untuk mudik. Alasannya, pemberian sanksi ini untuk menghindari penyalahgunaan aset negara untuk kepentingan pribadi. Bahkan, pendataan kendaraan dinas daerah ini akan dilakukan guna disimpan di balaikota.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengatakan, pemberian sanksi itu dilakukan lantaran adanya surat edaran dari pemerintah pusat. Yakni, surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor: B/21/M.KT.02/2018 tentang larangan penggunaan fasilitas dinas bagi pegawai negeri sipil (PNS). Sehingga aturan tersebut pun kata dia wajib dipatuhi pegawai negara di Tangsel.

"Kalau memang digunakan pasti akan ada sanksi yang diberikan. Sudah tentu mereka tidak mematuhi kesepakatan yang dibuat menteri. Kami pun semua wajib mengikuti aturan ini," katanya kepada INDOPOS, saat ditemui di Puspemkot Tangsel, Jumat (08/06).

Dijelaskan Airin, adapun sanksi yang akan diberikan terhadap pegawai yang melanggar aturan itu sesuai dengan undang-undang ASN. Yakni, menurunkan pangkat sampai penotongan tunjangan PNS. Bahkan, kesepakatan itu telah disebarluaskan pihaknya kepada pejabat eselon IV, III dan eselon II D.

"Suratnya kami copy dan kami tempel disemua ruangan dinas. Jadi ketika mereka membaca ini semua akan paham dan mengerti. Tidak ada alasan lagi nanti PNS tidak tau aturan ini," paparnya.
Menurutnya, aturan tersebut diikuti karena kebijakan ini datang dari pemerintah pusat. Dan juga untuk menghindari penyalahgunaan kewenangan dan kerusakan pada aset milik negara.

Dan untuk itu pula, Airin mengaku telah menginstruksikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melakukan pendataan terhadap PNS yang mendapatkan kendaraan dinas dalam menjalankan tugas. Pihaknya pun meminta pegawai ini menyerahkan kunci kendaraan tersebut. Kata dia kendaraan itu akan disimpan dilahan parkir Puspemkot Tangsel.

Menyikapi itu, Kepala BPKAD Tangsel, Warman Syanudin menuturkan, saat ini jumlah mobil dinas yang digunakan pejabat mencapai 200 unit. Kendaraan itu diserahkan kepada kepala dinas, bidang, camat dan lurah untuk dimanfaatkan melakukan pelayanan publik. Kata dia, pendataan dan penyimpanan kendaraan itu akan dilakukan pada Jumat (8/6) sore.

"Hari ini semua mobil akan disimpan di balaikota. Mobil ini bisa dipergunakan kembali setelah lebaran," tuturnya. (cok)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #mudik-tangsel 

Berita Terkait

IKLAN