Sabtu, 22 September 2018 12:37 WIB
pmk

Internasional

Indonesia Terpilih Menjadi Anggota Dewan Keamanan Tidak Tetap PBB

Redaktur: Redjo Prahananda

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam sidang Dewan Keamanan PBB

INDOPOS.CO.ID - Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Indonesia mendapatkan 144 suara di pertemuan Majelis Umum, Jumat, (8/6). Indonesia masuk DK PBB peride 2019-2020. 

Indonesia terpilih sebagai DK empat kali. Melansir situs PBB, Indonesia pertama kali terpilih sebagai anggota tidak tetap untuk masa bakti 1973 sampai 1974 bersama Kenya, Peru, Australia, dan Austria. Kemudian terpilih kembali untuk periode 1995 sampai 1996 bersama dengan Botswana, Honduras, Jerman, dan Italia.

Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap DK PBB 2007-2008 bersama Afrika Selatan, Panama, Belgia, dan Italia. Sebelum kembali terpilih pada Juni 2018, Indonesia menjadi anggota tidak tetap bersama dengan Afrika Selatan, Republik Dominika, Jerman, dan Belgia.

Setiap kandidat negara perlu dua pertiga dari total suara masuk agar bisa menyandang status sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Setiap kandidat negara mewakili regional masing-masing. Indonesia dan Maladewa bersaing menjadi Wakil Kawasan Asia Pasifik. 

Indonesia  terpilih setelah mengalahkan Maladewa dengan perolehan 46 suara. Total ,190 dari 193 negara anggota PBB menggunakan hak pilih mereka.  Setiap regional memiliki aturan tersendiri dalam menentukan kandidat negara untuk maju dalam pemilihan anggota Dewan Keamanan. 

Dalam video konferensi dari markas PBB di New York, Menlu menyampaikan, Indonesia bakal memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global. "Indonesia bakal mendorong budaya, habit of dialogue dalam menyelesaikan konflik. Indonesia juga bakal meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan," ucap Menteri 55 tahun ini.

Kemudian, menguatkan sinergi antar negara-negara dengan DK PBB menjaga perdamaian. Retno juga menuturkan Indonesia bakal mendorong pendekatan secara global memerangi segala bentuk terorisme dan gerakan radikal.

"Kami mendorong global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme."

Komitmen terakhir, dia menyebut, Indonesia terus kemitraan global untuk mencapai perdamaian dunia. Dia berharap, kontribusi Indonesia bisa membantu target agenda pembangunan PBB pada 2030.

(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dewan-keamanan-pbb #pbb #indonesia-dewan-keamanan-pbb 

Berita Terkait

Terungkap Kesepakatan Rahasia PBB dan Myanmar

Internasional

PBB Kecam Kebijakan Trump

Internasional

IKLAN