Kamis, 18 Oktober 2018 06:05 WIB
pmk

News in Depth

Tol Brexit Dibuka, Langsung Padat

Redaktur:

ANTRE - Kendaraan pemudik antre membayar e-Toll di gate tol Kertasari, Suradadi, Kabupaten Tegal, Jumat (8/6) pagi. Foto: Radar Slawi

INDOPOS.CO.ID - Ruas tol Brebes Exit Timur (Brexit)-Semarang resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono, Jumat (8/6), sekitar pukul 06.30. Pembukaan tersebut dilakukan di Simpang Susun ( interchange -red) Brexit, masuk Desa Kaligangsa Wetan, Kecamatan Brebes. Baru dibuka, langsung terjadi antrean panjang.

Pembukaan ruas tol fungsional tersebut dilakukan oleh Jendral bintang dua tersebut lewat pengeras suara. Menjelang pembukaan ruas tol fungsional tersebut, ratusan kendaraan terlihat menunggu di sebelah timur Simpang Susun Brexit sebelum tol resmi dibuka dan sempat mengakibatkan antrean panjang.

Selain dari arah Jakarta, sejumlah kendaraan dari arah Brexit yang ingin masuk ke tol juga menunggu aba-aba tol resmi dibuka. Usai dibuka, Kapolda Jateng mengimbau bagi kendaraan pemudik dari arah barat untuk melaju ke ruas tol Brebes-Tegal hingga Semarang.

Pantauan di lapangan, dibukannya ruas tol Brebes-Semarang itu menyebabkan antrean kendaraan terjadi di Gardu Tol Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Sebab, kendaraan mengantre untuk melakukan pembayaran tol (yang dulunya bayar di Brexit jadi di Kertasari) sebelum melanjutkan ke arah Semarang (via tol).

Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, ruas tol Brebes Timur-Pemalang kondisinya layak operasional. Namun, pemudik saat ini belum dikenai biaya untuk melintas tol tersebut. Karena itu, dia mengimbau kepada warga untuk melaju di 60 km/jam saat masuk di ruas tol tersebut.

Berbeda dengan ruas Pemalang-Semarang, kondisinya ada sedikit hambatan. Sebab, saat ini tol itu belum seratus persen bisa digunakan. “Memang ada hambatan di ruas tol Pemalang-Semarang, tapi tidak seperti di Pantura. Jadi saya sarankan kecepetan kendaraan ada pada 40-60 km/jam saat masuk ruas tol,”  katanya.

Ruas tol Brebes-Semarang itu panjangnya 151 kilometer. Jarak tempuhnya hanya 2,5 jam.  Dengan tidak adanya hambatan  traffic , Condro menyebut waktu yang ditempuh dari Brebes hingga Semarang bisa lebih singkat.

“Perjalanan dari sini (Brebes) sampai Semarang bisa ditempuh 2,5 jam,” ujarnya.

 Meski demikian, Condro tetap mengimbau agar pemudik tetap berhati-hati dan memperhatikan kec epatan mengingat kondisi sebagian ruas tol yang masih fungsional.  “Sarana tol Tegal - Pemalang yang melintas di wilayah Kabupaten Tegal relatif siap dilintasi pemudik. Di lintasan ini telah disiapkan dua rest area dan get tol. Sarana yang disediakan cukup respretentatif dengan adanya toilet, tempat istirahat, dan tempat ibadah,”  ujarnya.

Dia menyatakan, untuk tol di wilayah Kabupaten Tegal terbentang sepanjang 30, 6 KM yang terhitung dari stasioning atau STA 270 ( + 200) Kaligangsa Perbatasan wilayah Brebes sampai STA 300 ( + 800) Kendayakan Warureja, Kabupaten Tegal.

Sementara, Kepala Cabang Operasional Pejagan-Pemalang Toll Road (PPTR) PT Waskita Ian Dwianto mengatakan, ada 13 gardu tol sementara di Kertasari. Namun, saat ini baru tujuh gardu yang bis dioperasikan. Sedangkan gardu lainnya, akan diungsikan dalam melihat kondisi lalu lintas yang ada.  

“Para pemudik hanya membayar jasa tol dari Jakarta atau Palimanan Utama hingga Brebes Timur (yang dibayar di Kertasari),”  katanya.

Untuk kendaraan dari Jakarta hingga Brebes Timur dikenakan tariff Rp 56.000. Sedangkan untuk pembayarannya, kata dia, pemudik semuanya sudah melakukan kartu elektronik dalam pembayarannya.

“Semua pembayaran sudah menggunakan kartu elektronik. Jadi pemudik yang kehabisan saldo bisa melakukan  top up  di gardu tol dan kami sudah menyiapkan mesinnya.  Top up  juga bisa dilakukan di rest area,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah polisi bersenjata laras panjang dan personel TNI tampak disiagakan di sekitar gardu pembayaran untuk melakukan pengamanan dan mengatur antrean kendaraan. Panjang antrean baru mulai menyusut sekitar pukul 08.00, seiring menurunnya kepadatan kendaraan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal AKP Ahmad Ghifar sebelumnya mengatakan, gate tol Kertasari merupakan salah satu titik yang rawan terjadi kemacetan di ruas tol. Langkah antisipasi yang disiapkan adalah dengan pengalihan arus lalu lintas.

“Kalau antrean kendaraan di Kertasari sudah mencapai 5 kilometer, maka kendaraan akan dialihkan keluar di exit tol Brebes Timur,”  kata Ghifar.

Sementara itu, di jalur Pantura Brebes volume kendaraan juga sudah mengalami peningkatan. Bahkan, kendaraan pemudik yang menggunakan roda dua dan empat sudah mulai mendominasi jalur Pantura. Hal ini dilihat kepadatan arus mudik yang mulai terpantau saat memasuki wilayah Kota Brebes mulai Jembatan Sungai Pemali hingga komplek Pasar Induk Brebes.

Selain kendaraan roda dua dan empat, di jalur Pantura juga didominasi truk-truk besar. Dengan demikian, menimbulkan kepadatan di jalur tersebut lantaran sejumlah kendaraan menurunkan laju kendaraannya.

BELUM INDAHKAN IMBAUAN

Sementara itu, imbauan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono agar para pemudik saat melintas di jalur fungsional dengan kecepatan 40-60 km/jam belum sepenuhnya diindahkan oleh para pemudik. Khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi.

Pantauan  media ini  pada Jumat (8/6), dari atas simpang susun Exit Gandulan, sejumlah  mobil masih melaju dengan kecepatan di atas 60 km/ jam. Hal itu karena kondisi jalan sudah halus.

Damuji, salah satu pengendara mobil asal Jakarta hendak ke Pekalongan berujar,  jalan fungsional sudah bagus. Dia mengaku merasa nyaman dan tidak takut memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi. Sehingga waktu yang ditempuh lebih singkat dari perjalanan sebelumnya. “Tadi kecepatan 100 km/ jam,”  kata dia.

Dia mengatakan, perjalanan dari Jakarta pukul 05.00 WIB tiba di Gandulan Pemalang pukul 11.00 WIB.  Padahal sebelumnya dari Pekalongan jam 08.00 WIB tiba di Jakarta jam 18.00 WIB atau maghrib.

“Sepanjang perjalanan tidak ada kemacetan, yang ada di Bekasi tadi,”  terangnya.

Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan HP, melalui Kabagops Kompol Alkaf Chaniago ditemui di Pos Exit Gandulan menyampaikan, pantauan arus lalu lintas di Pemalang masih lancat terkendali.

“Terkait adanya kecepatan kendaraan di atas 60 km/jam,  langkah yang dilakukan aparat kepolisian Polres Pemalang adalah menempatkan anggota di pos setiap 5 km, ada mobil backbone dan juga ada personel yang bertugas memperlambat kendaraan yang melaju,”  jelas Alkaf.

Dia mengatakan, sejauh ini hingga tadi pagi sudah ada dua kendaraan yang mengalami  trouble . Keduanya sudah diderek ke rest area yang sudah disiapkan mekanik dan sekarang sudah kembali jalan.

Untuk arus kendaraan sampai siang ini peningkatan belum signifikan. Namum sudah cukup padat baik di jalur tol maupun Pantura. Yang perlu diwaspadai adalah di Pemalang ini adalah titik lelah. Karena itu, sudah disiapkan rest area di Kelangdepok.

“Silakan bagi pemudik untuk istirahat sudah disipakan sarana. Antara lain musala, kamar mandi,  MCK,  warung, BBM Pertamax. Jangan dipaksakan jika sudah mengalami lelah,”  imbaunya.  (ded/yer/her/rid/fat)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mudik-2018 

Berita Terkait

Posko Mudik Angleb 2018 Sudah Ditutup

News in Depth

Mudik 2018, MUI Puji Pemerintah

Nasional

Pengamanan Mudik, DPR Apresiasi Polri

Nasional

IKLAN