Kamis, 16 Agustus 2018 05:08 WIB
pmk

Nusantara

LSI Rilis Prediksi Paslon Pemenang di Pilgub Sumsel

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Pertarungan sengit diprediksi bakal terjadi di Pilkada Sumatera Selatan. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan, elektabilitas pasangan Dodi Reza Alex Nurdin-Giri Ramanda memimpin tipis dengan dukungan 27,7 persen.

Posisi kedua diduduki pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya dengan dukungan 23,2 persen. Kemudian, Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyuddin 18,4 persen dan Saifudin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah 8,6 persen. Sedangkan, suar abstain sebanyak 22,1 persen.

"Mendekati saat pencoblosan, Pilkada Sumatera Selatan tahun 2018 menyisakan pertarungan sengit antara 2 pasangan calon, yaitu pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya dan Dodi Reza Alex Nurdin-Giri Ramanda Kiemas," kata peneliti senior LSI Denny JA, Rully Akbar, Sabtu (9/6).

Menurut Rully, bila ditelusuri dari tiga hasil survei LSI beberapa waktu lalu, tren dukungan terhadap Dodi Reza menanjak, namun dukungan Herman Deru cenderung mengalami penurunan. Survei Oktober 2017, sebelum penetapan oleh KPU, elektabilitas Herman Deru mengalahkan kandidat lain di angka 32 persen. Sedangkan Dodi Reza mendapat dukungan sebesar 17,7 persen. Namun perlahan Dodi Reza menyalip Herman Deru. 

Survei Februari 2018, setelah penetapan pasangan calon, Dodi Reza menyusul Herman Deru dengan memperoleh dukungan sebesar 25,1 persen. Sedangkan Herman Deru elektabilitasnya turun di angka 25,6 persen. 

Pada survei Mei 2018, Dodi Reza mulai memimpin dengan tingkat dukungan 25,5 persen, sedangkan Herman Deru 24,8 persen. "Hingga pada survei Juni 2018, Dodi Reza berhasil melebarkan jarak dukungan dengan Herman Deru. Dodi Reza mendapat dukungan 27,7 persen dan Herman Deru 23,2 persen," lanjut Denny JA.

"Dari breakdown data, pasangan Dodi Reza-Giri Ramanda memimpin di semua segmen dari pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya, baik itu segmen pemilih laki-laki dan perempuan, usia, agama, pendidikan dan pendapatan," tutur dia.

Rully menjelaskan penyebab elektabilitas Herman menurun, antara lain karena isu ijazah palsu Mawardi Yahya.  "Elektabilitas Herman Deru-Mawardi Yahya terus merosot, dengan isu lama ini. Isu masif ini menekankan kepada masyarakat mengenai kebenaran kasus masa lalu serta mengharapkan kejujuran dari pejabat publik," kata dia.

Sementara itu, peningkatan perolehan dukungan kepada Dodi Reza-Giri Ramanda disebabkan tingkat pengenalan yang terus menanjak. Sejak survei Februari hingga Juni 2018, Dodi Reza semakin dikenal oleh pemilih di Sumsel. 

Kedua, publik puas dengan kinerja Alex Nurdin, dan asosiasi Dodi Reza dengan Alex kuat. Tingkat kepuasan terhadap Alex Nurdin mencapai 77,7 persen. "Hal ini juga berpengaruh terhadap elektabilitas Dodi Reza. Karena Dodi Reza dianggap sebagai penerus Alex Nurdin," ucap dia.

Ketiga, program Dodi Reza disukai mayoritas pemilih. Program pendidikan dan kesehatan gratis serta pembangunan infrastruktur dari Dodi Reza mendapatkan respons positif dari publik.  Namun, ia mengakui hasil survei saat ini masih berpeluang berubah karena waktu masih cukup panjang sekitar 19 hari menuju pencoblosan pada 27 Juni 2018. 

Survei berlangsung 1-5 Juni 2018 dan dilakukan secara tatap muka terhadap 1.000 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error +/- 3,1 persen. 

(aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lsi-denny-ja #pilgub-sumsel #dodi-giri 

Berita Terkait

IKLAN