Jumat, 16 November 2018 12:13 WIB
pmk

Internasional

Tanggapan Kemenag soal Video Viral Pemuda Indonesia Imam Masjid di Mekah

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Image

INDOPOS.CO.ID - Pemuda bernama Ashal Yantu bin Jumri Bakri al-Banjari menjadi viral. Dia disebut menjadi Imam Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi.

Kepala Biro Humas Kementerian Agama, Mastuki, menjelaskan Jumri bukan Imam di Masjidil Haram, "Melainkan di Masjid Birrul Walidain di kawasan Zaidi, Mekah,"kata Mastuki, Sabtu (9/6).

Mastuki mendapatkan informasi Ashal menjadi anak angkat atau murid salah satu Imam Masjidil Haram Syekh, Dr. Hasan Bukhori Ashal, di Arab Saudi, dan sudah hapal Alquran sejak umur 15 tahun.

Menurut Mastuki, melihat video viral tersebut, Ashal kental dengan logat Arab Saudi. "Dia lahir di sana, besar di sana, lalu mendapatkan bimbingan beberapa syekh di Mekah, dan karena suara merdu beberapa kali mendapatkan kesempatan tampil di lomba-lomba," ujar dia.

Dia mengatakan banyak model uji kompetensi semacam ini di Mekah. Masjid-Masjid di Arab seringkali menggelar uji kompetensi bagi para Imam Masjid maupun para penghapal Al-Quran.

Kegiatan 'Ashal cukup bergengsi karena berasal penguji dari imam Masjidil Haram. Mastuki melihat potensi 'Ashal menjadi imam Masjidil Haram sangat terbuka lebar. "Standar luar biasa tinggi dan melalui tahapan. Kalau melihat umur 'Ashal ini baru 21 tahun, potensi itu sangat besar," tutur dia.

Mastuki mengatakan 'Ashal berasal dari komunitas suku Banjar bermukim di kawasan Zaidi, Mekah, Arab Saudi. Meski lahir di Arab, 'Ashal masih berkewarganegaraan Indonesia.

Dia mengatakan komunitas Banjar memang sangat dihormati orang Mekah. Banyak anak-anak komunitas Banjar lahir dan besar di Arab Saudi. Hingga,  mereka banyak menjadi imam masjid, pemberi fatwa (mufti), guru-guru.

"Kalau dari Kandangan, Kalsel, itu memang terdapat perkampungan sendiri dan sangat dihormati orang Mekah. Karena komunitas Banjar itu sangat terkenal. Seperti Syeh Arsyad al-Banjari, Syekh Nafis al-Banjari besar di Mekah pada saat itu,"

Mastuki menambahkan, di Arab Saudi banyak komunitas suku lain dari Indonesia menetap di sana, antara lain di Jawa (Al-Jawi), Banten (Al-Bantani), Mandailing (Al-Mandali), Padang (Al-Padangi), dan Bima (Al-Bima)

(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #video-viral-pemuda-imam-masjdi-di-mekah #ashal-yantu-bin-jumri-bakri-al-banjari #kemenag 

Berita Terkait

Yuk Jaga Kemabruran Haji

Nasional

Khoirizi Ingatkan Soal Perda Haji

Nasional

Menag Jamin PTSP tanpa Pungli

Banten Raya

Dirjen Bimas Islam: Peran Ulama Menjaga Keutuhan Umat

Nasional

IKLAN