Minggu, 21 Oktober 2018 06:56 WIB
pmk

Hukum

Bupati Tulungagung Tolak Anggapan Menghilang

Redaktur: Redjo Prahananda

Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti

INDOPOS.CO.ID - Bupati Tulungagung nonaktif, Syahri Mulyono menegaskan, tidak menghilang saat penetapan status tersangka pada operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (6/6).

Syahri mengaku, dia sedang dalam perjalanan bersama keluarga waktu KPK melakukan OTT di sejumlah tempat di Tulungagung. Dia menolak anggapan, sedang bersembunyi. 

"Posisi saya sedang bersama keluarga. Tapi, di jalan dapat berita kalau OTT. Karena waktu itu, (OTT) saya tidak di tempat," jelas Syahri, setelah diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (10/6).

Dia datang ke KPK atas inisiatif sendiri. Politisi PDIP ini menjalani pemeriksaan di KPK dari Sabtu malam, sampai Minggu pagi WIB. "Tapi kalau kemudian waktu terulur, kalau galau wajar. Karena memang belum pernah, kami  mendapat masalah ini," sambung Syahri.

KPK menetapkan Syahri sebagai tersangka setelah OTT KPK di Tulungagung dan Blitar. Selain menetapkan Syahri sebagai tersangka, Wali Kota Blitar, KPK menetapkan  Samanhudi Anwar tersangka pada kasus suap ini.

Syahri diduga menerima suap sebanyak 3 kali dalam bentuk fee proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung dengan total penerimaan sebesar Rp 2,5 miliar. Sementara, Wali Kota Blitar, Samanhudi diduga menerima suap senilai Rp 1,5 miliar. Ini pada proyek pembangunan sekolah di Blitar.

(iwk)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ott-blitar-tulungaung #syahri-mulyono #ott-tulungagung #kpk 

Berita Terkait

IKLAN