Kamis, 21 Juni 2018 12:00 WIB
bjb idul fitri

Nasional

MUI: Jangan Lupa Zakat

Redaktur: Redjo Prahananda

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, H.M. Asrorun Niam Sholeh

INDOPOS.CO.ID- Ramadan 2018 sebentar lagi berakhir. Sebelum menuntaskan ibadah Ramadan, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, H.M. Asrorun Niam Sholeh mengingatkan agar umat Islam tidak lupa menunaikan zakat.

"Memastikan telah melaksanakan kewajiban kita, yaitu zakat. Baik zakat terkait dengan jiwa atau dikenal zakat fitrah maupun zakat terkait dengan harta atau dikenal zakat maal," ujarnya di Jakarta, Minggu (10/6).

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Dijelaskan, zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang memenuhi ketentuan.

Menurutnya, penghasilan yang diperoleh, jika sudah memenuhi ketentuan, wajib dizakati.

"Termasuk penghasilan dari Aparatur Sipil Negara (ASN)," imbuhnya dalam keterangan tertulisnya.

Dari hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VI di Banjarbaru Kalimantan Selatan, lanjutnya, komponen penghasilan yang dikenakan zakat meliputi setiap pendapatan.

"Seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain lain yang diperoleh dengan cara halal. Baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya. Juga pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya," terang Asrorun.

Dengan demikian, sambungnya, objek zakat bagi pejabat dan aparatur negara, tak terbatas pada gaji pokok. Penghasilan yang wajib dizakati dalam zakat penghasilan adalah penghasilan bersih.

"Penghasilan bersih ialah penghasilan setelah dikeluarkan kebutuhan pokok (al haajah al ashliyah)," kata dia.

Kebutuhan pokok  terkait sandang, pangan, dan papan. "Juga kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, termasuk kesehatan dan pendidikannya. Kebutuhan pokok itu didasarkan pada standar kebutuhan hidup minimum.” (zul)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mui #lebaran 

Berita Terkait

IKLAN