X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 05:05 WIB

Megapolitan

Dibantu Jamsosratu, Anak Keluarga Miskin Raih Gelar Sarjana

Redaktur: Juni Armanto

GIGIH-Hikmat (tengah) dari keluarga prasejahtera yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi berkat program Jamsosratu. Foto: Yasril/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Berasal dari keluarga tidak mampu bukan alasan buat Hikmat untuk tidak meneruskan cita-citanya menjadi seorang sarjana. Bahkan, Hikmat mengaku tidak merasa minder atau malu meski berasal dari keluarga prasejahtera atau miskin.

”Justru hal ini menjadi penyemangat saya untuk terus belajar, agar nantinya dapat membahagikan dan membanggakan keluarga,” ujar Hikmat kepada INDOPOS, Senin (11/6).

Meski kedua orang tuanya Marsinah dan Nasa hanya sebagai buruh dan bekerja serabutan, namun keluarga yang masuk dalam program Jamsosratu (Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu), program yang digagas mantan Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah ini dapat menyekolahkan Hikmat hingga ke perguruan tinggi. Hebat lagi, dia tercatat sebagai lulusan terbaik, sehingga berhak mendapatkan beasiswa S1 penuh atau full sampai selesai, dan diberi fasilitas laptop, asrama, makan, dan uang saku.

”Setelah kami masuk dalam program Jamsosratu, alhamdulillah kami dapat menyekolahkan Hikmat hingga dia bisa kuliah di Surabaya,” ujar Marsinah, orang tua Hikmat.

Sebelumnya, Hikmat tercatat menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Anwar pada 2013- 2016 dengan ijazah terakhir Madrasah Aliyah di MA Darul Anwar Boarding School, kemudian melanjutkan program tahfidz selama satu tahun di tempat yang sama.

Dengan kegigihan dan semangat yang tinggi untuk meraih cita-cita menjadi seorang guru Bahasa Inggris, Hikmat mengajukan diri menjadi mahasiswa beasiswa di STKIP Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur.

Melalui dua kali proses seleksi yang ketat, Hikmat berhasil lulus dengan nilai terbaik, sehingga pada Agustus 2017 lalu dia berangkat ke Surabaya dengan diantar orang tua dan pendamping Jamsosratu Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Yadi Suryadi.

Pada Februari 2018, keluarga Mursiah terjaring menjadi peserta PKH di Kecamatan Cingaka, sehingga kepesertaannya di Jamsosratu dihapus. Ini untuk menghindari double data, serta memberikan kesempatan kepada calon peserta KPM lainnya yang layak menerima bantuan.

”Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai pendamping, keluarga yang menjadi peserta program Jamsosratu dapat menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi,” ujar Yadi Suryani, pendamping PKH Kecamatan Cinangka.

Terpisah, Kasi Jamsoskel Dinas Sosial (Dinsos) Banten Budi Darma mengatakan, banyak potensi anak-anak usia sekolah yang orang tuanya sebagai penerima bantuan Jamsosratu dan PKH memiliki prestasi yang membanggakan, dan menjadi indikator keberhasilan program penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan Pemprov Banten.

”Meski demikian, saya berharap OPD (Organisasi Perangakat Daerah) yang menangani sektor pendidikan dapat bersinergi dengan Dinsos untuk memastikan sustainabilitas program terlaksana dengan baik. Artinya, anak-anak usia sekolah penerima Jamsosratu maupun PKH hendaknya menjadi prioritas Disdikbud Banten untuk memfasilitasi keberlanjutan pendidikan mereka,” tuturnya.

Budi menambahkan, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap putra-putri Banten berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu, dan melaporkannya secara kontinyu kepada Gubernur dan Wakil Gubenur Bangten. Ini agar kemudian dapat dikoordinasikan bantuan terhadap kelanjutan pendidikan mereka. (yas)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #program-jamsosratu #pemprov-banten #prasejahtera 

Berita Terkait

PAUD Masih Butuh Bantuan Pemerintah

Megapolitan

Pemprov Banten Lanjutkan Program Sapi Wajib Bunting

Banten Raya

Pemprov Cairkan Bantuan Lansia

Banten Raya

Pelebaran Jalan Siliwangi Terhambat

Banten Raya

Pemprov Banten Kirim Relawan dan Bantuan ke Sulteng

Banten Raya

Perjuangkan TKS, Gubernur Banten Lobi KPK

Banten Raya

IKLAN