Mudik Biar Aman, Pengemudi dan Penumpang Diperiksa Kesehatan Dulu

INDOPOS.CO.ID – Otoritas Terminal Bus Kalideres mewajibkan para pengemudi bus untuk menjalani cek kesehatan dan tes urine di posko kesehatan pengemudi yang berada di area terminal. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Hal ini dilakukan agar pengemudi yang membawa kendaraan dipastikan tidak menggunakan narkoba yang sekiranya akan membahayakan keselamatan penumpang. Para pengemudi menjalani cek gula darah, hipertensi, kandungan alkohol hingga narkoba. Tak hanya pengemudi, penumpang juga bisa melakukan cek kesehatan, sesuai dengan keluhan para penumpang.

Baca Juga :

Beri Safety Kit untuk Angkutan Umum

“Penting untuk mengecek kondisi penumpang dan pengemudi. Hari ini ada enam orang pengemudi yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk penumpang juga ada enam orang keluhannya batuk, pilek, sakit kepala, ada riwayat darah tinggi,” ujar Petugas Kesehatan Puskesmas Palmerah, Nila Fajarwati kepada INDOPOS, di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Senin (11/6).

Petugas puskesmas di terminal akan mengecek kesehatan pengemudi, bila membutuhkan obat-obatan selama mengemudi saat mudik lebaran.

Baca Juga :

Sementara untuk mengantisipasi penumpang dalam kondisi tertentu atau kondisi yang sangat mendesak, Puskesmas Kecamatan Palmerah telah menyediakan satu unit mobil ambulance.

Dalam mencegah sopir yang menggunakan narkoba, petugas dari BNN akan melakukan cek urine dengan tujuh parameter. Ini meliputi Ampethamine (AMP), Morphine (MOP), Marijuana (THC), Methampethamine (METH), Cocaine (COC), Benzodiazephine (BZO), dan Synthetic Marijuana.

Baca Juga :

Kopmas Minta BPOM Serius Soal Kental Manis

“Supir yang teridentifikasi narkoba tidak diizinkan mengemudi dikhwatirkan sangat rawan dan membahayakan penumpang. Sejauh ini belum ada yang positif narkoba” kata Petugas BNN Provinsi Jakarta, Gede Arief Hartanto.

Sejumlah pemeriksaan ini tentu penting untuk kesehatan pengemudi dan penumpang dalam perjalanan arus mudik lebaran. Pemeriksaan ini akan terus dilakukan di terminal utama Jakarta hingga 13 Juni mendatang. (cr-2)

Komentar telah ditutup.