Kamis, 21 Juni 2018 11:44 WIB
bjb idul fitri

Nasional

Zakat Mal untuk Bantuan Hukum, Ini Fatwa MUI

Redaktur: Ahmad Nugraha

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, H.M. Asrorun Niam Sholeh

INDOPOS.CO.ID - Sekretaris Komisi Fatwa MUI H.M. Asrorun Niam Sholeh mengatakan, Komisi Fatwa MUI menyampaikan, zakat mal bisa digunakan untuk memberikan bantuan hukum masyarakat yang lemah. "Hukum penyaluran zakat mal untuk kepentingan layanan bantuan hukum adalah boleh. Tentunya dengan beberapa ketentuan," ujar Niam di Jakarta, Senin (11/6) malam.

Ketentuan tersebut, lanjutnya, penerima bantuan hukum tersebut harus beragama Islam. Selain itu, penerima merupakan orang yang terdzalimi."Bantuan hukum tersebut tidak diberikan atas kasus yang bertentangan dengan agama," jelasnya.

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Tak hanya itu. Masih menurut Niam, penyaluran zakat adalah golongan fakir, miskin." Dan atau terlilit utang (gharimin) yang kasusnya tengah diproses," imbuhnya.

Lebih lanjut diterangkan, dalam soal pembelaan kasus hukum yang terkait dengan kepentingan Islam dan umat Islam, penyaluran zakat dapat dimasukkan ke golongan fi sabilillah.

"Penyaluran zakat untuk kepentingan membangun sistem hukum yang berkeadilan hukumnya boleh, melalui asnaf fi sabilillah," ujarnya.

Di samping itu, pembangunan sistem hukum yang berkeadilan yang dapat dibiayai dengan dana zakat, lanjutnya, ditujukan untuk menjamin tegaknya aturan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Menjamin kemaslahatan umum serta menjamin perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Juga mengoreksi kebijakan yang bertentangan dengan agama. "Zakat harus didistribusikan kepada yang berhak dan didayagunakan untuk menjadi solusi atas masalah umat. Ini salah satu tanggung jawab amil," pungkasnya. (zul)


TOPIK BERITA TERKAIT: #zakat-mal #fatwa-mui #mui #asrorun-niam 

Berita Terkait

IKLAN