Rabu, 21 November 2018 11:33 WIB
pmk

Internasional

Trump Siap Meminta Korut Hentikan Proyek Senjata Nuklir

Redaktur: Redjo Prahananda

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

INDOPOS.CO.ID - Isu nuklir Korea Utara bakal menjadi topik utama pertemuan bersejarah  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Pertemuan ini berlangsung di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa, (12/6) pagi hari nanti. Menurut Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, Presiden Trump siap mengambil risiko untuk membuat Korea Utara menyerahkan senjata nuklir. Trump bakal berbicara sendiri membahas isu super sensitif ini.

Trump bakal menyampaikan sendiri niat agar Korut menyerahkan senjata nuklir tersebut dalam diskusi empat mata dengan translator. Bahkan, AS siap membantu Korut memusnahkan program senjata nuklir mereka.  "Presiden sangat siap untuk pertemuan ini," kata Pompeo. Terlebih, Korut pernah berjanji bakal menghentikan program ini.

"Sekarang, kami ingin membuktikan komitmen mereka," sambung Pompeo.

Menurut rencana, Presiden Trump bakal bertemu dengan Kim Jong-un pada jam 9 pagi atau jam 9 malam waktu Washington, Amerika Serikat. Pertemuan ini menjadi sejarah besar. Pertama kali sepanjang sejarah, dua petinggi negara ini bertatap muka dalam pertemuan bilateral.

Rincian diskusi antara pejabat AS dan Korea Utara sedang berlangsung dengan progres lebih cepat dari perkiraan. Demikian pernyataan dari Gedung Putih sebagaimana dilansir dari USA Today.

"Setelah sambutan pertama, Presiden Trump dan Ketua Kim Jong-un bertemu satu-satu dengan para penerjemah saja. Pertemuan berlanjut dengan makan siang," sambung pernyataan dari Gedung Putih.

Sejumlah pengamat ragu, Kim Jong-un bakal menuruti AS menghentikan program senjata nuklir. Terlebih, Kim Jong-un sendiri sudah berulang kali mengingatkan, senjata nuklir sebagai alat pelindung negara. Selain itu, pengamat menilai, Trump 'miskin' pengalaman.

"Trump tidak cukup berpengalaman atau cenderung  temperamental menangani kompleksitas negosiasi nuklir atau masalah rumit lain berkaitan  dengan sejarah panjang Korea," kata David Rothkopf, pemerhati kebijakan luar negeri AS.

(rej/USA Today)


TOPIK BERITA TERKAIT: #donald-trump #kim-jong-un #amerika-serikat #korea-utara 

Berita Terkait

Korut Uji Coba Senjata Rahasia

Internasional

Uji Coba Senjata Baru

Internasional

Trump Kalah di Parlemen Dorong Penguatan Rupiah

Internasional

Pemilih Pemula Tak Mau Golput

Internasional

Kim Jong Un Punya Lukisan Wajah Pertama

Internasional

IKLAN