Internasional

Ketua Komisi 1 DPR RI Sesalkan Kunjungan Anggota Watimpres ke Israel

Redaktur: Redjo Prahananda
Ketua Komisi 1 DPR RI Sesalkan Kunjungan Anggota Watimpres ke Israel - Internasional

Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari

INDOPOS.CO.ID - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Yahya Cholil Staquf menjadi pembicaraan, bukan karena prestasi tapi karena keputusan dia datang ke Israel, memenuhi undangan konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem, di Palestina.

Kunjungan Yahya ke Israel, menurut Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis, telah merusak jalan diplomasi Indonesia untuk membantu kemerdekaan Palestina. Terlebih, Indonesia kini menyandang status sebagai Anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Kemarin, Indonesia baru dapat amanah terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB, tapi belum sempat bekerja malu didepan dunia internasional dengan arogansi seorang Staquf, “ ketus Abdul Kharis.

Dia berharap, Presiden Joko Widodo memberikan sikap tegas kepada Yahya. "Dia telah menyakitkan Palestina dan Indonesia bahkan dunia Islam" tegas Abdul Kharis Almasyhari dalam keterangan pers sebagai Ketua Komisi 1 DPR RI.

Anggota Legislatif asal PKS ini menegaskan, Yahya tidak bisa begitu saja pergi ke israel atas nama pribadi, karena dia berstatus sebagai Anggota Watimpres. Istana harus memberikan sikap tegas karena telah melakukan blunder diplomasi politik internasional, terhadap dukungan Indonesia kepada Palestina.

Istana harus memberikan keterangan lengkap, di mana  posisi Presiden Jokowi terhadap langkah Staquf. Apalagi posisi Indonesia sudah jelas terhadap Palestina. "Lihat, reaksi Palestina melalui Fatah dan Hamas, jelas ini blunder diplomasi dan ketidak mampuan Istana menertibkan staf dan orang disekelilingn Presiden," tegas Abdul Kharis.

Anggota DPR asal Solo ini juga mengingatkan hubungan diplomatik dengan Palestina selama ini  oleh pemerintahan Jokowi melalui langkah-langkah politik luar negeri, terimplementasi dalam kebijakan kementerian luar negeri.

"Setiap berbicara dengan Ibu Menlu soal Palestina, posisi Indonesia jelas. Sebagai negara Islam, Indonesia memegang lobi penting di dunia internasional untuk kemerdekaan Palestina," papar dia menegaskan.

Siapapun dan atas nama apapun,  Ahmad Kharis mengungkapkan, Yahya harus dia harus bisa menempatkan diri sebelum mengambil  isu Palestina. "Apalagi situasi sekarang di sana sedang memanas pasca kematian ratusan warga Palestina di Gaza," ujar Kharis mengingatkan. 

(dil)

Berita Terkait

Nasional / DPR-Mendag Memanas Bahas Etanol

Nasional / Kondisi Politik Eknomi Jangan Ganggu Basarnas

Nasional / Perlu Revisi Undang-Undang TNI

Headline / Vanuatu Ganggu Kedaulatan NKRI


Baca Juga !.