Kamis, 21 Juni 2018 11:54 WIB
bjb idul fitri

Nasional

Ketua Komisi I DPR RI Sesalkan Kunjungan Anggota Watimpres ke Israel

Redaktur: Redjo Prahananda

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Yahya Cholil Staquf. Foto: screenshot youtube

INDOPOS.CO.ID - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Yahya Cholil Staquf menjadi pembicaraan, bukan karena prestasi tapi karena arogansi dia datang ke Israel, memenuhi undangan konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem, Palestina.

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis menilai kunjungan Yahya ke Israel secara langsung atau tidak telah merusak jalan diplomasi Indonesia untuk membantu kemerdekaan Palestina.

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Dia menilai, kunjungan Yahya ke Israel merusak kepercayaan dunia dengan status Indonesia sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB. "Kemarin, Indonesia baru dapat amanah terpilih menjadi salah satu anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB, tapi belum sempat bekerja malu didepan dunia internasional dengan arogansi seorang Staquf,“ ketus Abdul Kharis.

Dia berharap, Presiden Joko Widodo memberikan sikap tegas kepada Yahya.“Dia telah menyakitkan Palestina dan Indonesia bahkan dunia Islam" tegas Abdul Kharis Almasyhari dalam keterangan persnya sebagai Ketua Komisi 1 DPR RI.

Anggota Legislatif asal PKS ini menegaskan, Yahya tidak bisa begitu saja pergi ke israel atas nama pribadi, karena dia berstatus sebagai Anggota Watimpres. Istana harus memberikan sikap tegas karena telah melakukan blunder diplomasi politik internasional, terhadap dukungan Indonesia kepada Palestina.

Istana harus memberikan keterangan lengkap, di mana posisi Presiden Jokowi terhadap langkah Staquf, sudah jelas posisi Indonesia bersama Palestina jadi rusak karena nila setitik rusa dari Staquf. “Lihat, reaksi Palestina melalui Fatah dan Hamas, jelas ini blunder diplomasi dan ketidak mampuannya Istana menertibkan staf dan orang disekelilingnya Presiden,“ tegas Kharis.

Anggota DPR asal Solo ini juga mengingatkan hubungan diplomatik dengan Palestina selama ini oleh pemerintahan Jokowi melalui langkah-langkah politik luar negeri, terimplementasi dalam kebijakan kementerian luar negeri.

“Setiap berbicara dengan Ibu Menlu soal Palestina, posisi Indonesia jelas. Sebagai negara Islam, Indonesia memegang lobi penting di dunia internasional untuk kemerdekaan Palestina,” papar dia menegaskan.

Siapapun dan atas nama apapun, Ahmad Kharis mengungkapkan, Yahya harus dia harus bisa menempatkan diri sebelum mengambil isu Palestina. “Apalagi situasi sekarang di sana sedang memanas pasca kematian ratusan warga Palestina di Gaza," tutup Kharis mengingatkan. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #yahya-cholil-staquf #anggota-watimpres-ke-israel #palestina #israel 

Berita Terkait

IKLAN