Rabu, 17 Oktober 2018 05:03 WIB
pmk

Fokus

BREAKING NEWS: Wantimpres ke Israel, Jokowi Harus Tanggungjawab 

Redaktur: eko satiya hushada

KOK DIBIARIN? - Presiden Joko Widodo saat melantik Gus yahya sebagai Watimpres. (foto: ksp)

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera minta agar Presiden Joko Widodo bertanggungjawab atas kunjungan anggota Wantimpres dan tokoh Nahdatul Ulama (NU) Kyai Yahya Cholil Staquf Ke Israel. Posisi Gus Yahya tak bisa dilepas dari jabatannya sebagai Watimpres.

"Saya menyesalkan Presiden Jokowi membiarkan kunjungan Wantimpres, Saudara Kyai Yahya Staquf Ke Israel. Ini sangat mencederai proses perjuangan bangsa Palestina atas kemerdekaannya," kata Mardani, dalam keterangannya yang diterima INDOPOS  di Jakarta,  Rabu (13/6).

Inisiator gerakan #2019GantiPresiden itu juga mengatakan, Indonesia sejak dulu memiliki kebijakan yang konsisten untuk tidak mengakui Israel sebagai negara dan mendukung perjuangan bangsa Palestina mendapatkan Kemerdekaannya.

"Kehadiran seorang Wantimpres dalam undangan itu secara tidak langsung merusak perjuangan Indonesia," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, kekecewaan ini juga sangat terasa dalam respon yang diberikan oleh Fatah, Hamas dan masyarakat Palestina.

"Mereka juga kecewa atas kunjungan Mr. Staquf ke Israel, terlebih lagi baru saja terjadi tragedi demontrasi berdarah yang menelan korban jiwa sebanyak 124 orang Palestina oleh Israel," ujarnya.

Lebih jauh, pria asli Betawi ini menambahkan, seharusnya Presiden Jokowi sebagai pimpinan bisa melarang anak buahnya dari kegiatan yang dapat merusak perjuangan Indonesia.

"Presiden mestinya tidak boleh lepas tangan begitu saja. Mau atas nama pribadi atau pun negara, kan bisa dihitung dulu resikonya?" tegas Mardani.

Menurutnya, akibat pembiaran oleh Presiden ini, posisi Indonesia sebagai pendukung palestina menjadi buyar. "Sikap Indonesia yang dari dulu dikenal dunia mendukung kemerdekaan Palestina itu jelas dan tidak ada tawar-menawar untuk itu. Namun semuanya buyar karena pembiaran ini!" ujarnya.

Dia pun berharap Presiden Jokowi segera menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan anggota Wantimpresnya kepada bangsa Palestina yang sudah sejak lama menjadi sahabat rakyat Indonesia.

 "Jangan rusak perjuangan founding fathers kita memperjuangkan hak bangsa Palestina untuk merdeka," pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mardani-ali-sera #yahya-cholil-staquf #presiden-joko-widodo 

Berita Terkait

IKLAN