Jumat, 19 Oktober 2018 01:57 WIB
pmk

Nasional

FPI: Pecat Yahya Staquf dari Wantimpres

Redaktur: eko satiya hushada

KH Sobri Lubis

INDOPOS.CO.ID - Kecaman publik atas kunjungan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)  KH Yahya Cholil Staquf terus bermunculan. Kali ini datang dari Front Pembela Islam (FPI). Organisasi Habib Rizieq Shihab ini pun minta agar Gus Yahya dipecat dari jabatan Watimpres.  

Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis menegaskan, tindakan tersebut jelas mengkhianati UUD 1945.  Yakni,  Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

"Itu lah bunyi alinea pertama pembukaan UUD 1945, yang tidak memiliki tafsir lain selain daripada

keharusan yang mengikat bagi segenap warga negara Indonesia untuk menghentikan penjajahan dan memusuhi kaum penjajah serta memutuskan segala bentuk hubungan apa pun dengan penjajah. Khususnya Israel yang saat ini masih menjajah Palestina," kata KH Sobri Lubis,  dalam keterangannya yang diterima INDOPOS, Rabu (13/6).

Menurutnya,  Israel dan Yahudi  dipahami bersama baik dari aspek Akidah, Teologis, Historis mau pun Geostrategis, adalah suatu entitas yang dicangkokkan ke tanah Palestina dan hadir sebagai pendatang yang menjajah dan menduduki tanah Palestina dan bumi umat Islam.

Jadi,  menurut KH Sobri Lubis,  adalah suatu sikap kemunafiqan bila diplomasi politik dari salah satu elemen bangsa Indonesia justru memperkuat posisi bangsa penjajah, yaitu Israel terhadap saudara muslim Palestina.

"Dan merupakan pengkhianatan besar terhadap konstitusi Indonesia bila salah seorang warga negaranya bersikap memperkuat posisi Israel sebagai penjajah dan sekaligus memperkuat posisi Yahudi sebagai agama dengan menganjurkan kritik terhadap Nash Al-Qur'an dan Hadist," cetusnya.

Dirinya pun menegaskan bahwa Israel adalah bangsa yang tidak bisa dipercaya.  Sebagaimana Surat Al-Ma'idah, Ayat 70.

"Allah SWT berfirman:  Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul.  Tetapi setiap rasul datang kepada mereka dengan membawa apa yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, (maka) sebagian (dari rasul itu) mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh," terangnya mengutip Surat Al-Ma'idah, Ayat 70.

Karena posisinya sebagai Wantimpres,  maka,  kata KH Sobri Lubis, tentu saja kehadiran Yahya Staquf akan memberikan pengaruh negatif terhadap posisi dan kredibilitas Indonesia dalam perjuangan pembelaan terhadap Palestina.

Maka,  lanjut KH Shabri Lubis,  FPI menyampaikan sejumlah tuntutan. "Pertama,  kami protes keras dan mengecam kunjungan Yahya C Staquf ke Israel. Kedua,  protes keras dan mengecam pernyataan Yahya C Staquf dalam ceramah di acara AJC. Dan  mendesak Presiden untuk segera memberhentikan Yahya C Staquf dari jabatan sebagai Dewan Pertimbangan Presiden karena akan berdampak negatif pada posisi Presiden dalam politik Internasional," pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fpi #yahya-cholil-staquf-t #presiden-jokowi 

Berita Terkait

IKLAN