Kamis, 21 Juni 2018 11:40 WIB
bjb idul fitri

Nasional

PILKADA JATENG - Dugaan Korupsi e-KTP Pengaruhi Elektabilitas Ganjar

Redaktur: eko satiya hushada

DIPANGGIL BERKALI-KALI - Ganjar Pranowo saat hadir sebagai saksi di persidangan kasus e-KTP . (foto: ist)

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel memaparkan hasil survei lembaganya. Dimana sebanyak 54.9% responden mengatakan Ganjar Pranowo terlibat dalam kasus e-KTP dan 41.8% responden mengatakan tidak terlibat. Sedangkan sisanya 3.3% responden tidak menjawab.

"Hasil ini terjawab setelah responden diberi pertanyaan Apakah Anda yakin Ganjar Pranowo benar-benar terlibat dalam kasus e-KTP?," sebut Fahmi dalam keterangan persnya, Rabu (13/6).

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Responden menilai Ganjar terlibat, karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan memanggil Ganjar Pranowo berkali-kali jika dia tidak terlibat dalam kasus korupsi e-KTP.

Sementara ketika responden ditanya soal kepala daerah seperti apa yang anda inginkan terkait maraknya OTT kepala daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, menurut  Fahmi, sebanyak 89.2% responden menjawab menginginkan Kepala Daerah yang tidak terlibat dalam kasus korupsi.

"Bahwa secara umum masyarakat Jawa Tengah mengetahui korupsi sebagai sebuah kejahatan yang luar biasa, sama halnya dengan terorisme. Oleh karena itu secara mayoritas masyarakat Jawa Tengah menginginkan adanya pemerintahan yang bersih (bebas korupsi, red). Karena dengan korupsi baik langsung maupun tidak langsung berimbas kepada masyarakat," paparnya.

Di samping itu, IDM juga melakukan survei dengan memberi pertanyaan secara spontan kepada responden, soal siapakah yang akan mereka pilih jika Pilgub digelar hari ini.

"Jawaban secara top of mind dari 2002 sebanyak 47.3% memilih pasangan Sudirman Said–Ida Fauziah, sedangkan sebanyak 40. 9% persen memilih pasangan Ganjar Pranowo -Taj Yasin dan sebanyak 11.8 persen tidak menjawab," bebernya.

Kemudian, lanjut Fahmi, dengan pertanyaan yang sama mengunakan  alat bantu simulasi kartu suara, dalam survei ditemukan bahwa 54.6% memilih pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah. Sedangkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dipilih sebanyak 42.8% dan 2.6% belum menentukan pilihan.

"Tingginya elektabilitas pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah ada beberapa faktor, dimana 78.2% responden yang berlatarbelakang Kaum Nadliyin yang paling memerangi korupsi lebih banyak memilih Ida Fauziah sebagai wakil NU berpasangan dengan Sudirman Said. Ia juga tidak punya pontensi tersangkut kasus korupsi dibandingkan dengan Taj Yasin yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo yang berpotensi tersandung kasus korupsi e-KTP," sebut Fahmi.

Survei dilakukan pada 28 Mei-4 Juni 2018, dengan jumlah responden sebanyak 2.002 warga Jawa Tengah yang tersebar secara proporsional di 35 Kota/Kabupaten sesuai sebaran Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkada 2018 yang berjumlah 27.068.125 pemilih.

"Metode penelitian survei menggunakan metodologi kuantitatif dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Penarikan sampel dengan metode multistage random sampling berdasarkan total populasi masyarakat yang memiliki Hak Pilih pada saat Pilgub 2018 dengan tingkat kepercayaan 98% dan Margin of Error kurang lebih 2,6%," demikian Fahmi. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ganjar-pranowo #pilkada-jateng #sudirman-said #kasus-e-ktp #kpk 

Berita Terkait

IKLAN