Jumat, 17 Agustus 2018 12:23 WIB
pmk

Nusantara

H-2 Lebaran, Gunung Agung Erupsi Lagi

Redaktur: Ali Rahman

Erupsi Gunung Agung diamati dari Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Rabu (13/6). Foto: Bali Expres/Jawa Pos Grup.

INDOPOS.CO.ID - Gunung Agung Karangasem kembali erupsi, Rabu (13/6) sekitar pukul 11.05 Wita. Tinggi kolom abu berwarna kelabu itu mencapai 2.000 meter dari puncak kawah Gunung Agung. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Wawan Irawan mengatakan, letusan itu menandakan aktivitas di perut Gunung Agung masih tinggi.

Sebelum terjadi erupsi, kegempaan masih terjadi. Itu mencerminkan masih ada pergerakan magma pada gunung terrtinggi di Bali itu. Sehingga potensi erupsi susulan masih ada. Dengan begitu, masyarakat tetap diminta waspada, mengikuti rekomendasi radius bahaya yang dikeluarkan PVMBG. “Gempa-gempa mencerminkan masih ada pergerakan magma di bawah,” jelas Wawan.

Hanya saja pihaknya belum berani memastikan volume magma di Gunung Agung.

Data yang dirilis PVMBG, erupsi terjadi sekitar pukul 11.05 Wita. Tinggi kolom abu teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak Gunung Agung atau sekitar 5.142 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Erupsi kemarin terekam dengan amplitude maksimum 25 mm, durasi 2 menit 12 detik.

“Abu berwarna kelabu artinya ada material yang dilontarkan,” tegas Wawan.

Pihaknya pun menegaskan hingga status Gunung Agung masih berada di level III (Siaga). Masyarakat dilarang berada atau melakukan aktivitas di seluruh area radius 4 kilometer dalam radius 4 kilometer. Pun demikian dengan masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Agung agar tetap waspada.

Perbekel Sebudi, Kecamatan Selat I Komang Tinggal memastikan erupsi itu tak membuat warga setempat panik. Warga berhamburan keluar rumah, menonton erupsi. “Setelah erupsi masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa, tapi tetap waspada kemungkinan terburuk terjadi letusan yang lebih besar,” terang Tinggal.

Seperti diketahui, Desa Sebudi tergolong dekat dengan Gunung Agung.

Ketua Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung I Gede Pawana juga mengungkapkan, erupsi tersebut tak membuat warga di lingkar gunung panik. Namun tetap waspada. Saat terjadi erupsi, banyak warga menonton, termasuk menyebarkan kejadian itu lewat media sosial. “Masyarakat sudah diberikan edukasi soal aktivitas gunung, jadi tidak langsung panik,” tegas Pawana.

Berdasarkan informasi Pasebaya, sesaat setelah erupsi, beberapa wilayah terpapar abu vulkanik. Salah satunya Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli, ada juga di Buleleng. (jaa/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #erupsi-gunung-agung #pusat-vulkanologi-dan-mitigasi-bencana-geologi #wawan-irawan 

Berita Terkait

IKLAN