World Cup

Latihan Superefektif ala Loew

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Latihan Superefektif ala Loew - World Cup

KONSENTRASI PENUH - Penjaga gawang tim nasional Jerman Manuel Neuer tampaknya sudah mulai berkonsentrasi penuh setelah mengalami cedera panjang. Foto AFP

INDOPOS.CO.ID - Setelah pemanasan di gym, para pemain menuju lapangan. Mereka berpencar menjadi tiga kelompok. Masing-masing memakai rompi berbeda. Hijau, biru, dan pink. Setiap kelompok berisi enam dan tujuh pemain. Mereka lantas melahap materi latihan masing-masing. Satu kelompok berlatih fisik berupa variasi sprint. Kelompok kedua latihan taktik. Yakni, passing melewati ''orang-orangan''. Sementara itu, kelompok ketiga bermain ''kucing-kucingan''.

Lima menit kemudian, setiap kelompok berganti menu latihan. Begitu seterusnya sampai semuanya merasakan semua materi latihan. Sesi tersebut berlangsung 30 menit. Setelah itu, para pemain beristirahat sebentar.

Sesi berikutnya adalah latihan game. Dua gawang portabel diusung ke tengah lapangan. Latihan game digelar separo lapangan. Joachim Loew mengumpulkan pemain. Dia membagi dua tim. Masing-masing berisi delapan pemain. Dua tim itulah yang harus berhadapan. Setiap sesi latihan game belangsung lima menit. Jeda istirahat sebentar untuk mengatur napas, setelah itu lanjut lagi.

Meski hanya latihan, tensinya tinggi. Loew memaksa pemainnya memeragakan akurasi umpan dan pergerakan yang cepat. Tim yang kehilangan bola harus segera mem-pressing lawan. Yang pegang bola pun harus berusaha mencetak gol. Tidak ada istilah main-main.

Nah, pemain yang belum dipilih tidak lantas menganggur. Mereka tetap harus bergerak. Berlari bolak-balik di sisi lapangan dengan pengawasan pelatih fisik. Hal itu terus dilakukan sembari menunggu giliran bermain.

Beda dengan pola latihan kebanyakan klub di Indonesia. Pemain yang tidak ikut latihan game ya bersantai di pinggir lapangan. Minum, atau bahkan ngobrol dengan yang lain. Mungkin, kebiasan itu yang bikin sepak bola kita ibarat bumi dan langit dari Jerman. Heh...(jpg)

 

Berita Terkait

Total Football / Nomor 100 di Era Joachim Loew dari Geissbockheim

Total Football / Belanda vs Jerman, Momen Joachim Loew Menjawab Kritikan

Piala Dunia 2018 / Terima Kasih Presiden Vladimir Putin, Spasiba Rusia!

Piala Dunia 2018 / Piala Dunia 2022 Qatar: Ubah Tradisi, FIFA Otoriter


Baca Juga !.