Selasa, 17 Juli 2018 10:51 WIB
bjb juli

Piala Dunia 2018

Bola Satukan Semua Agama, Kepercayaan, dan Bahasa di Muka Bumi

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

Pangeran Mohammed bin Salman, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengikuti acara pembukaan pada 14 Juli. (Foto AFP)

Laporan Langsung Piala Dunia 2018 dari Rusia

RESMI sudah.  Untuk kali pertama saya akhirnya berlebaran di luar Indonesia. Tidak bersama keluarga. Sedih? Iya. Menangis? Nggak lah. Yang pasti saya sangat bersyukur. Sebab, melewati hari istimewa di belahan bumi lain juga sangat spesial rasanya.

Ketika muslim di Indonesia mengakhiri Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan gempita, saya dalam perjalanan menuju Stadion Luzhniki. Saya bersiap menyaksikan opening match Piala Dunia 2018 antara tuan rumah Rusia versus Arab Saudi. 

Ketika berbagai model ucapan selamat Lebaran berseliweran di berbagai grup WhatsApp, saya menyaksikan antusiasme penggila bola dari berbagai negara menyongsong dimulainya hajatan akbar empat tahunan itu, termasuk yang larut dalam euforia itu adalah fans Arab Saudi. Entah saking bersemangnya karena menyambut tim kesayangannya atau bercampur dengan keceriaan menyongsong 1 Syawal sampai-sampai mereka ikut berjoget, bersorak, dan minum-minum. Ups! 

Meski mengantongi akreditasi FIFA, tidak semua wartawan bisa menyaksikan pertandingan. Terlebih laga pembuka yang disertai opening ceremony. Saya harus mengajukan permohonan. Beruntung, permohonan saya disetujui jauh-jauh hari sebelum keberangkatan ke Rusia. Begitu masuk stadion, langkah pertama adalah mendapatkan tiket pertandingan. 

Wartawan yang tidak mendapatkan tiket bisa mengadu peruntungan. Menulis nama di waiting list, menunggu, dan jangan lupa berdoa. Panitia menutup pengambilan tiket 90 menit sebelum kick-off. Yang tidak datang, wassalam. Tiket hangus. Jatahnya diberikan kepada nama-nama yang ada di daftar tunggu. 

Dan, show pun dimulai. Ratusan penampil menyemarakkan acara pembukaan Piala Dunia 2018, termasuk di antaranya penyanyi Inggris Robbie Williams, solois soprano Rusia Aida Garifullina, dan legenda timnas Brasil Ronaldo Luis Nazario de Lima. 

Menurut saya, pertunjukannya tidak terlalu wow, tapi tetap elegan. Efisien. Tidak bertele-tele. Sebab, ini adalah Piala Dunia. Bukan konser musik. Acara inti pada hari itu adalah duel antara Rusia kontra Saudi.

Setelah pemain kedua tim berjejer di pinggir lapangan, Presiden Rusia Vladimir Putin muncul dari royal box. Bersiap memberikan sambutan. Seperti biasa, penampilan mantan agen KGB (Dinas Rahasia Rusia) itu sangat tegas. To the point. Tidak banyak basa-basi. ''Sepak bola di Rusia ada sejak 1897. Orang Rusia cinta sepak bola. Seperti cinta pada padangan pertama,'' kata Putin. Tepuk tangan pun bergema. Saat itu Luzhniki disesaki 78.011 penonton.

Putin melanjutkan speech-nya. Dia bicara tentang filosofi sepak bola. Tentang begitu agungnya olahraga itu sebagai alat pemersatu dunia. Menurut Putin, sepak bolalah yang menyatukan semua agama, kepercayaan, dan bahasa di muka bumi. Kembali penonton bergemuruh. Di pengujung sambutannya, Putin menyatakan selamat bertanding kepada Rusia dan Saudi. Juga untuk semua tim yang berlaga di Piala Dunia 2018. 

Pria yang pernah menjadi presiden, perdana menteri, dan kemudian presiden lagi itu memastikan bahwa Rusia siap memberikan pengalaman yang luar biasa. ''Dobro pozhalovat’ v Rossiyu (selamat datang di Rusia),'' kata Putin mengakhiri sambutannya yang tidak lebih dari dua menit.

Setelah itu, giliran Presiden FIFA Gianni Infantino yang berbicara. Pria berdarah Swiss-Italia itu tampil sangat lugas. Singkat. Lebih singkat daripada Putin. Infantino menyampaikan selamat datang kepada fans Rusia dan Saudi. Dalam bahasa Rusia dan Arab. ''Ahlan wa sahlan,'' katanya kepada tim dan suporter Saudi. Meski terbata-bata, greeting ala Infantino sangat berkesan. Suasana menjadi lebih cair.

Begitu Infantino turun panggung, hitung mundur menuju kick-off dimulai. 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1. Piala Dunia 2018 resmi dimulai. Sementara itu, nun jauh di Indonesia, kemeriahan semakin terasa. Meninggalkan ibadah Ramadan, memulai ibadah Piala Dunia! (candra wahyudi)


TOPIK BERITA TERKAIT: #piala-dunia-2018 

Berita Terkait

IKLAN