Minggu, 23 September 2018 05:31 WIB
pmk

Megapolitan

Terminal Bayangan Timbulkan Kemacetan, Ini Jawaban Kadishub Depok

Redaktur: Ali Rahman

Terminal bayangan pada arus balik lebaran 2018 saat beroperasi dan menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Bogor.

INDOPOS.CO.ID - Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Depok belum melakukan pertiban terhadap terminal bayangan pada arus balik lebaran 2018. Beragam alasan pun dikemukakan untuk membuatkan terminal ilegal ini beroperasi dan menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Bogor tersebut.

Kadishub Kota Depok, Dadang Wihana mengaku, jika pihaknya belum dapat melakukan penindakan tegas atas kehadiran terminal bayangan itu. Sebab, itu karena persoalan kebutuhan masyarakat akan angkutan mudik. Dan juga Depom belum sama sekali memiliki terminal terpadu seperti kabupaten/kota pada umumnya.

Kami telah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, soalnya izin AKAP ada di pemerintah pusat. Bagaimana mau ditertibkan, kota ini juga tidak punya terminal. Mungkin setelah lebaran baru ada upaya penertiban," katanya saat dikonfirmasi Senin (18/6).

Karena belum punya terminal terpadu, lanjut Dadang, Dishub Depok mempersilahkan pengusaha bus mencari tempat lain yang legal sebelum Terminal Jatijajar resmi beroperasi. Dan saat ini jajarannya hanya mampu mendorong armada bus agar tak berhenti lama menurunkan penumpang saat aris bali di terminal banyangan itu. Mengingat, lokasi terminal itu merupakan bahu jalan yang menghubungankan Jakarta dan Bogor.

"Walaupun jadi menimbulkan kemacetan, kami harap pengelola AKAP ikut sadar juga. Semua butuh pelayanan, tetapi karena belum ada fasilitas kami hanya mengimbau agar mampu tertib saja," paparnya.

Ditanya soal lambatnya pembangunan Terminal Tipe A Jatijajar dan mangkraknya terminal terpadi di Jalan Raya Margonda, Dadan tak mau menjawab hal itu. Kata dia, sejak dirinya ditugaskan menduduki jabatan Kadiahub Depok, persoalan itu tak diketahui sama sekali. Mengingat dirinya merupakan pegawai yang diperbantukan pemerintah pusat ke daerah.

"Mungkin yang mampu menjawab itu adalah pimpinan kami (Walikota,red). Saya kan orang baru di sini, tidak tau apa masalah dua terminal ini mangkrak dibangun," imbuhnya.

Pantauan INDOPOS, sejumlah bus berderet parkir di Jalan Raya Bogor sekitar Pasar Pal Tugu, Kecamatan Cimanggis. Bus-bus itu menurunkan pemudik dari kampung halaman mereka saat arus bali terjadi. Akibatnya, kemacetan terjadi di ruas jalan tersebut. Laju kendaraan dari arah Depok menuju Jakarta terhambat karena keberadaan bus-bus berukuran jumbo tersebut.‎ 

Kehadiran terminal bayangan di Jalan Raya Bogor menuai kritik dari pengendara, Jansen Sukriah. Kata warga Cimanggis, keberadaan terminal itu telah banyak memggangu aktifitas warga sekitar. Sebab, bus AKAP yang menaikan dan menurunkan penumpang itu dilakukan dibahu jalan. Kesemarawutan pun bertambah parah tak kala tidak adanya petugas Dishub Depok melakukan penjagaan lalulintas.

"Silahkan coba sendiri kesemerautan jalan yang dijadikan terminal bayangan. Sudah sering diadukan ke Wali Kota, hasilnya nihil. Sangat memalukan sekali banyak terminal bayangan tidak ditertibkan karena terminal terpadu tidak dibanun," pungkasnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #arus-balik-lebaran #dishub-kota-depok #dadang-wihana #terminal-bayangan 

Berita Terkait

IKLAN