Selasa, 25 September 2018 06:20 WIB
pmk

Piala Dunia 2018

Laga Berat Argentina Hadapi Kroasia

Redaktur: Ali Rahman

Striker Timnas Argentina, Lionel Messi bersalaman dengan para pemain Islandia usai laga perdana Grup D Piala Dunia 2018. Foto: screenshot youtube

INDOPOS.CO.ID - Tim nasional Argentina akan melakoni laga berat pada babak penyisihan grup D, di Stadion Nizhny Novforod, Jumat (22/6) dinihari WIB melawan Kroasia.

Hasil seri atau kalah akan mengancam peluang tim Tango ke babak selanjutnya, setelah hanya bermain imbang lawan Islandia sebelumnya.

Berkaca dari penampilan perdana saat diimbangi Islandia, Lionel Messi dan kawan-kawan harus meningkatkan kreativitas bermain agar bisa mengalahkan Kroasia.

Untuk itu menghadapi Kroasia, pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, diprediksi bakal merombak timnya. Menurut laporan Sky Sport, Sampaoli coba menerapkan taktik yang berbeda pada sesi latihan, Selasa (19/6) WIB.

Ia mencoba formasi dengan menggunakan tiga bek tengah, yakni Gabriel Mercado, Nicolas Otamendi dan Nicolas Tagliafico. Mercado diplot menggantikan Marcos Rojo yang tampil mengecewakan melawan Islandia.

Perubahan signifikan dilakukan Sampaoli di lini tengah dengan menyimpan Lucas Biglia dan Angel Di Maria. Posisi Biglia digantikan Marcos Acuna dan Di Maria digantikan pemain muda, Cristian Pavon.

Javier Mascherano akan tetap bertugas sebagai gelandang bertahan. Adapun, pemain sayap Eduardo Salvio yang sebelumnya bermain sebagai bek sayap akan dimainkan sebagai wing back kanan.

Sedangkan posisi Lionel Messi, Sergio Aguero, Maximiliano Meza, dan Willy Caballero, masih belum terusik untuk bermain sejak menit pertama. "Benar, kami mencoba sistem yang berbeda, di sektor sayap atau lini tengah, dalam skema lima gelandang," ujar Mercado.

Rojo, Biglia, dan Di Maria merupakan bagian dari skuad Argentina yang menempati posisi runner-up di Piala Dunia 2014. Ketiganya juga berada dalam tim saat dua kali menelan kekalahan dari Chile di Copa America 2015 dan Copa America 2016.

Dari kubu Kroasia, pelatih Zlatko Dalic tidak memiliki alasan untuk mengubah apa pun dari skuad yang mengalahkan Nigeria 2-0 pada pertandingan pertama. Dua pemain jenius, Luka Modric dan Ivan Rakitic akan mengisi lapangan tengah sebagai tandem gelandang bertahan terbaik di turnamen ini.

Andrej Kramaric akan bermain tepat di belakang Mario Mandzukic yang menjadi ujung tombak di depan, sementara sayap dicadangkan untuk Ante Rebic dan Ivan Perisic, dengan keduanya telah menikmati musim fantastis dengan klubnya masing-masing.

Kedua belah pihak telah saling bertemu sebanyak empat kali di masa lalu. Argentina memimpin dengan satu kemenangan setelah menang dua kali, seri satu, dan kalah satu kali.

La Albiceleste memenangkan pertemuan tunggal keduanya di Piala Dunia pada 1998 ketika mereka menang 1-0 di babak penyisihan grup. Menariknya, skuad Kroasia mencapai semifinal setelah lolos dari grup, terlepas dari kekalahan tersebut.

Kroasia meraih kemenangan 3-2 dalam pertandingan persahabatan pada Maret 2006, sementara Argentina berbalik unggul ketika kedua tim bertemu di tempat netral di Bolelyn Ground di London pada November 2014 (2-1).

Argentina harus menang di sini menyusul hasil imbang lawan Islandia. Apa pun kecuali kemenangan akan membahayakan bukan hanya finish teratas di Grup D, tetapi juga peluang lolos ke babak 16 besar. Hal ini, dikombinasikan dengan fakta bahwa Kroasia memainkan tim yang sangat termotivasi dan berbakat, membuatnya menjadi urusan yang sangat rumit bagi Jorge Sampaoli dan anak buahnya.

Argentina harus benar-benar kreatif dan tidak hanya mengandalkan Lionel Messi bila ingin meraih hasil positif pada laga ini. Bila tidak, besar kemungkinan langkah Argentina semakin berat untuk lolos dari grup D. (nue/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #timnas-argentina #timnas-kroasia #piala-dunia-2018 

Berita Terkait

IKLAN