Rabu, 21 November 2018 11:35 WIB
pmk

Megapolitan

Pukul dan Peras Dua Pria, Pegawai BNNK Tangerang Dicokok Polisi

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Empat pegawai Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kabupaten Tangerang dan satu anggota TNI harus berurusan dengan Polrestro Tangerang. Pasalnya, mereka melakukan pengeroyokan dan pemerasan terhadap Mansyur, 30, dan Kipe bin Buhut, 36, di Kampung Malang, RT002/005, Desa Gempolsari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang pada Selasa (19/6), lalu. Apalagi para pelaku mengaku anggota Satnarkoba Polrestro Tangerang untuk melakukan aksi kejahatan tersebut.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, empat anggota BNNK dicokok dilokasi berbeda di wilayah Kota Tangerang. Para tersangka tersebut ditangkap setelah keluarga korban datang ke Mapolsek Sepatan untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Yang berhasil ditangkap baru empat orang yang bekerja di BNNK. Untuk anggota TNI masih buron. Empat pelaku ini kami tangkap di rumah mereka di Kota Tangerang usai melakukan aksi kekerasa ini," katanya kepada di Mapolrestro Tangerang, Kamis (21/6).

Dijelaskan Harry, keempat pegawai BNNK Kabupaten Tangerang yang berhasil ditangkap jajarannya adalah Ely Sofyan, 50, Muhaemin, 25, Alex Sabarudin, 37, dan Ariyanto, 27. Sedangkan satu rekan mereka yang juga anggota TNI bernama Sultan berhasil meloloskan diri dari penangkapan tersebut. Kata dia, kelima pelaku melakukan penganiayaan kepada korban. 

"Benar mereka ini mengaku sebagai anggota polisi agar dapat melakukan perbuatan itu," ucapnya.

Dari penyelidikan pihaknya, sambung Harry, alasan penganiayaan itu lantaran kedua korban terlibat kasus perjudian. Para pelaku mendatangi korban yang sedang duduk di warung kopi dengan berlagak melakukan penggerebekan lokasi perjudian dengan membawa 3 pucuk airsoft gun dan borgol.

"Kedua korban dimasukan ke dalam mobil dan dipukuli hingga babak belur. Istri para korban langsung menghubungi kami perihal penangkapan ini," ungkapnya.

Selain menganiaya korban, lanjut Harry, para pelaku menelpon istri korban dan meminta uang damai Rp5 juta. Kelimanya pun mengaku merupakan anggota polisi dari Satnarkoba Polrestro Tangerang yang ditugaskan memburu pelaku narkoba. Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti berupa aksi kejahatan. Diantaranya, satu unit mobil dan 3 pucuk airsoft gun.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, empat pegawai BNNK Kabupaten Tangerang ini dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951. Keempatnya diancam hukuman 15 tahun penjara. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bnnk-kabupaten-tangerang #kombes-pol-harry-kurniawan #pengeroyokan-dan-pemerasan 

Berita Terkait

IKLAN