Selasa, 18 September 2018 08:46 WIB
pmk

Indobisnis

Silkchain, Revolusi Ekosistem Perdagangan Internasional Berbasis Teknologi Blockchain

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Guna mempermudah serta membenahi ekosistem perdagangan internasional, Osell Grup baru-baru ini meluncurkan Silkchain. Ekosistem baru dalam dunia perdagangan internasional ini resmi meluncur di Hotel Fairmont, Senayan.

Silkchain bisa menjadi solusi atas kendala sejumlah faktor seperti pajak, perizinan, birokrasi, dan regulasi. Silkchain merupakan proyek dari beberapa pimpinan bisnis-bisnis internasional di mana  Osell Group menjadi kepala dengan mendirikan International Trade Digitalization Commission (ITDC). 

Proyek ini mengoptimalkan  data perdagangan dan tingkah laku untuk sebuah ekosistem perdagangan di mana  dapat membangun sistem kredit dan zona perdagangan bebas internasional berbasis blockchain.

Selain memperbaiki ekosistem perdagangan internasional, Silkchain bertujuan untuk membentuk Jalur Sutra baru versi teknologi blockchain. Jalur Sutra  merupakan sebuah jalur perdagangan kuno. Jalur ini  menghubungkan banyak pedagang antar negara di kawasan Asia dan Eropa

Teknologi 'Blockchain' sendiri saat ini dikenal sebagai solusi industri masa depan, atau dengan kata lain dapat diadopsi berbagai jenis industri untuk mempermudah serta menekan efisiensi sebuah industri, baik dari segi validasi data, efisiensi waktu, keamanan serta penyimpangan data.

Teknologi blockchain untuk perdagangan lintas batas menjadi peluang Osell Grup mendirikan  Silkchain, termasuk di Indonesia.

Tim Silkchain sendiri saat ini terdiri dari presiden-presiden Kamar Dagang dan Industri (KADIN), pimpinan-pimpinan perdagangan, dan pelaku-pelaku elit di politik dan bisnis dari berbagai negara. 

Abdullah Saeed Al-Mobty, yang merupakan pemilik  grup bisnis terbesar di Saudi Arabia bertindak sebagai  Presiden Silkchain. Sementara perwakilan dari Indonesia sendiri, yakni  Djunaidi Lie (CEO PT Paloma Shopway) bertindak sebagai Wakil Presiden Silkchain. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #silkchain #bisnis 

Berita Terkait

IKLAN