Jumat, 21 September 2018 09:38 WIB
pmk

Ekonomi

Mahkota Kejar Dana IPO Rp 175 Miliar

Redaktur: Nurhayat

Go Public - Dirut PT Mahkota Group Usli (tengah) kala membeber rencana perusahaan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: Jakfar Shodik/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Mahkota Group menjajakan 703 juta lembar saham baru atau 20 melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Dibanderol pada harga Rp 200 hingga Rp 250 per saham, perusahaan berpotensi meraup dana Rp 140,7 miliar hingga Rp 175,9 miliar.

Direktur Utama PT Mahkota Group Usli menyebut dana hasil IPO tersebut, sekitar 60 persen untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke entitas anak PT Mutiara Unggul Lestari (MUL), PT lntan Sejati Andalan (ISA entitas anak MUL) untuk pembangunan pabrik Refinery. “Diharapkan pabrik refinery akan rampung Juni 2019 dengan kapasitas 1.500 ton per hari,” tutur Usli di Jakarta, Jumat (22/6).

Ia menjelaskan, pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant untuk memberi nilai tambah perusahaan. Pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing Plant, perusahaan bisa melakukan sistem pemumian dengan menghasilkan produk turunan olein (minyak makan) dan sterin (bahan baku margarin dan oleochemical) serta produk turunan lainnya.

"Pabrik itu akan menggenjot laba tahun ini Rp 50 miliar dan Rp 123 miliar tahun depan,” tukasnya.

Kemudian, sekitar 40 persen dana hasil IPO untuk modal anak usaha yaitu PT Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian lnti Mekar dan PT lntan Sejati Andalan.

Manajemen mengklaim pertumbuhan perkebunan kelapa sawit prospektif. Sebab, perkebunan kelapa sawit merupakan tanaman penghasil minyak per hektare (ha) tertinggi dari semua jenis minyak nabati. Di negara penghasil minyak lebih tinggi, hasil rata-rata kelapa sawit sekitar empat ton minyak per ha per tahun, lebih dari dua kali lipat produksi minyak per ha yang diperoleh deri lobak dan empat kalinproduksi minyak per ha yang diperoleh kedelai dan biji bunga matahari.

karena bilang Usli, minyak sawit membutuhkan area perkebunanb lebih kecil dihandlng tanaman penghasil minyak lain untuk memproduksi jumlah minyak yang sama. Biaya produksi per ton minyak sawit juga lebih rendah dibanding tanaman penghasil minyak lainnya. “Produksi CPO di Indonesia diperkirakan akan tumbuh 7 persen periode 2017/2018. Sampai Oktober 2017, produksi CPO Indonesia ada di level 34,04 juta tons dan ekspor CPO Indonesia berada di level 26,73 juta tons," lanjut Usli.

Dalam aksi korporasi itu, PT Panin Sekuritas telah ditunjuk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan yang akan dilaksanakan pada awal Juli 2018. Diharapkan, rencana ini akan mengantongi pernyataan efektif pada 29 Juni 2018, sehingga Masa Penawaran Umum dapat dilaksakana pada tanggal 3 -9 Juli 2018. "Dan Kami berharap saham perusahaan dapat dicatat di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli 2018,"pungkasnya.

Dengan rencana itu, valuasi perusahaan pada akhir tahun 2017 PBV 1,3 X -1,7X dan tahun 2018 PER 14X-17X ‘PBV 1,1-1,4X. (far)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #mahkota-group #usli #ipo #go-public 

Berita Terkait

Belum Berani, Takut Go Public

Indobisnis

Moratelindo Matangkan Rencana Go Public

Ekonomi

Moratelindo Matangkan Rencana Go Public

Ekonomi

IKLAN