Minggu, 18 November 2018 07:38 WIB
pmk

Internasional

Bertemu 3 Hari, Berpisah Beberapa Dekade

Redaktur:

DUA NEGARA - Korea Utara dan Korea Selatan, Jumat (22/6) mengadakan pembicaraan Palang Merah untuk membahas reuni bagi keluarga-keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-53. AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID - Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (korsel) mengadakan pembicaraan antar Palang Merah untuk membahas reuni bagi keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea pada 1950-1953 pada Jumat, (22/6). Ini merupakan langkah terbaru dari hubungan diplomatik di Semenanjung Korea.

Jutaan orang terpisah selama konflik Korea yang akhirnya membagi dua Korea. Sebagian besar warga Korea meninggal tanpa memiliki kesempatan untuk melihat atau mendengar dari kerabat mereka di sisi lain perbatasan. Semua komunikasi antar warga sipil dilarang.

Pembukaan kembali reuni keluarga yang terakhir diadakan pada tahun 2015. Salah satu kesepakatan yang dicapai antara Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dan Presiden Korsel Moon Jae In pada pertemuan puncak mereka pada April adalah mengizinkan reuni keluarga di Korut dan di Korsel.

Sekitar 57.000 orang yang terdaftar di Palang Merah Korsel mau bertemu dengan kerabat mereka yang terpisah dan masih hidup. Kebanyakan dari mereka berusia di atas 70 tahun.

Bahkan jika reuni diatur, hanya 100 peserta dari masing-masing pihak yang akan dipilih. Untuk beberapa orang yang beruntung, yang terpilih untuk ambil bagian, pengalaman itu sering sangat emosional.

Saat bertemu, mereka hanya diberi waktu tiga hari padahal mereka berpisah selama beberapa dekade. Lalu diikuti oleh perpisahan setelah bertemu dan kemungkinan besar perpisahan permanen.

"Mari kita buat pertemuan itu sukses dengan melaksanakannya dari perspektif kemanusiaan," kata Kepala Delegasi Korsel Park Kyung Seo saat ia memulai diskusi di Resor Gunung Kumgang di Korut.

Program reuni dimulai dengan sungguh-sungguh setelah pertemuan antar-Korea yang bersejarah pada tahun 2000 dan pada awalnya diadakan setiap tahun. Namun, hubungan keduanya yang tegang telah membuat pertemuan menjadi langka.

Pyongyang memiliki rekam jejak yang panjang dalam memanipulasi masalah keluarga untuk tujuan politik. Mereka bisa menolak proposal untuk reuni reguler dan membatalkan acara yang dijadwalkan pada menit terakhir.

Korut sebelumnya mengatakan tidak akan menyetujui reuni keluarga kecuali Seoul mengembalikan beberapa warganya. Termasuk sekelompok pelayan yang membelot dari sebuah restoran di Tiongkok. (iml/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korea-utara #korsel 

Berita Terkait

Uji Coba Senjata Baru

Internasional

Kim Jong Un Punya Lukisan Wajah Pertama

Internasional

Dua Korea Kompak Sapu Ranjau

Internasional

Dua Pemimpin Korea Ziarah Kubur Bersama

Internasional

Dua Pemimpin Korea Ziarah Kubur Bersama

Internasional

IKLAN