Minggu, 18 November 2018 09:45 WIB
pmk

Nusantara

Banjir Bandang di Tanah Blambangan

Redaktur:

EVAKUASI NENEK-Seorang pemuda menggendong nenek agar selamat dari banjir bandang di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur kemarin. BAGUS RIO/RADAR BANYUWANGI

INDOPOS.CO.ID - Banjir bandang menerjang perkampungan yang ada di Dusun Karangasem dan Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur kemarin pagi (22/6). Dalam bencana alam itu, air sungai yang ada di dua dusun itu meluap hingga membuat puluhan rumah warga terendam lumpur.

Banjir bandang yang menimpa dua dusun itu, sudah yang kali kedua dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, perkampungan itu juga diterjang banjir pada Selasa malam (15/5). Hanya saja, banjir yang terjadi kali ini lebih parah.

Sekitar pukul 08.30, warga mengira saat air di sungai itu besar hanya meluap saja. Sejumlah pengendara motor yang melintas di jembatan, banyak yang berhenti untuk melihat air sungai yang meluap sambil membawa pepohonan itu. Bahkan, di antara warga itu sempat mengabadikan momen dengan mengambil gambar. Baru 30 menit kemudian, debit air tambah tinggi dan meluber ke jalanan. Apalagi, batang pohon banyak yang menumpuk di Dam Gutrit. ”Banjir ini lebih parah,” ujar Sugihartono, 37, warga Dusun Bangunrejo, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Sugihartono menyebut, warga sebelumnya tidak menyangka debit air akan terus besar. Apalagi, air di sungai mengalir seperti biasanya. Sehingga, warga dan pengguna jalan turun untuk melihat derasnya air tersebut. ”Banyak yang nonton dan mengambil gambar,” katanya.

Baru sekitar pukul 09.00, terang dia, warga dan pengguna jalan kaget karena air sungai semakin besar hingga masuk ke kantor Pengairan Singojuruh. Tidak lama, air sungai itu terus meluap hingga jalanan dan perkampungan. ”Kejadiannya begitu cepat, hanya 30 menit air sudah meluap di jalanan sepanjang satu kilometer,” ungkapnya.

Melihat air yang masuk ke jalanan, warga langsung geger dan berteriak banjir. Mereka semburat untuk menyelamatkan diri, tanpa mempedulikan barang-barang yang ada di rumahnya. ”Mereka yang bisa lari langsung menuju ke Gumuk,” ujarnya.

Selama air sungai meluap, warga yang ada di dua dusun itu pun panik. Warga yang tidak sempat lari, menyelamatkan diri dengan naik ke atap. Kendaraan seperti motor dan mobil, banyak yang terendam air dan lumpur. ”Ada yang naik ke atap rumah,” imbuhnya.

Warga lainnya, Hartono mengaku banjir bandang ini berlangsung dua jam. Selama itu, puluhan rumah warga terendam. Jalan raya Desa Alasmalang yang menghubungkan Rogojampi-Genteng tergenang lumpur hingga ketebalan 30 sentimeter. ”Banjir ini membawa lumpur dan batang pohon berukuran besar,” terang lelaki 42 tahun tersebut.

Menurut Hartono, banjir bandang itu baru surut sekitar pukul 11.30, dengan meninggalkan lumpur dan sampah. Dan itu membuat jalan raya ditutup. ”Warga menutup jalan agar tidak membahayakan,” ujarnya.

Hartono menyayangkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi datang terlambat. Saat air sudah surut dan material menumpuk di jalanan, petugas dan sejumlah alat berat baru didatangkan. ”Datangnya terlambat. Kalau saja saat air meluap itu ada alat berat, bisa membersihkan material yang menghalangi air tersebut,” ungkapnya.

Hartono menyebutkan, akibat banjir bandang sejumlah rumah milik warga dan kendaraan seperti mobil terendam lumpur. Bahkan, banyak rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir. ”Banyak yang rumahnya rusak, tapi jumlahnya belum pasti,” terangnya.

Kepala BPBD Banyuwangi Fajar Suasana mengaku sudah menerjunkan sejumlah anggota di lokasi untuk membantu evakuasi. Bahkan, pihaknya juga sudah menerjunkan sejumlah alat berat ke lokasi tersebut. ”Kita masih melakukan proses evakuasi dengan alat berat,” katanya.

Fajar berharap warga tetap tenang dan tidak panik dengan kejadian ini. Karena banjir bandang ini bisa kapan saja terjadi kembali. Itu karena material yang ada di hulu masih menumpuk. ”Dari hasil kajian sebelumnya, memang ada dua juta meter kubik material longsor di hulu sungai Badeng,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan laporan mengenai rumah yang terimbas. Sebab, anggota dan warga masih fokus melakukan evakuasi jalan yang dipenuhi lumpur. ”Belum bisa diketahui berapa jumlah kerusakan,” katanya.(rio/abi/c1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir-bandang #banjir 

Berita Terkait

Lebak Terancam Banjir dan Longsor

Banten Raya

Hujan Petir, Waspada Banjir

Headline

Hujan Seharian, Tiga Kecamatan Diterjang Banjir

Headline

Warga Cipinang Melayu Minta Dibuatkan Tanggul

Jakarta Raya

DPRD Tagih Janji Pemkot Tangani Banjir

Banten Raya

Tujuh Titik Banjir Belum Teratasi

Banten Raya

IKLAN