Selasa, 11 Desember 2018 11:57 WIB

Megapolitan

Dampak One Way, Jalur Arteri Macet

Redaktur:

LANCAR-Kondisi lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta yang mulai lengang dari kendaraan arus balik. deni iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID – Penerapan sistem one way atau satu arah yang diberlakukan di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) untuk memperlancar arus balik sejak Senin (18/6) malam atau H+2 hingga Rabu (20/6) atau H+4 berdampak  kemacetan di jalur arteri di Kota Bekasi yang disesaki kendaraan.

Pasalnya, banyak kendaraan pribadi, bus plus angkutan berat memilih untuk melintas di jalur arteri setelah terkena dampak kebijakan satu arah yang diterapkan kepolisian untuk memecah kemacetan arus balik mudik tersebut.

”Kemacetan di jalan arteri menjadi makin parah. Karena angkutan berat seperti truk dan bus memilih untuk melanjutkan perjalannya menggunakan akses jalan di luar tol," terang Kabid Lalu lintas Dishub Kota Bekasi Johan Budi Gunawan, Jumat (22/6).

Johan beralasan akses jalan di Kota Bekasi tidak bisa menampung kendaraan dengan jumlah besar karena sempit. Selain itu juga, jalan-jalan di Kota Bekasi belum bisa dilintasi kendaraan dengan beban berat di atas 10 ton. Khususnya untuk kendaraan sumbu tiga. ”Dampaknya seperti Rabu (20/6) lalu, kemacetan terjadi di setiap ruas jalan protokol," katanya.

Apalagi, kata dia juga, selain arah ke Jakarta juga ada kendaraan yang mengarah ke Cikampek yang menggunakan jalur arteri akibat penerapan one way. Hingga akhirnya, kata Johan, petugas sempat memberhentikan laju tiga truk kontainer untuk tidak melintas dahulu. Tujuannya agar kemacetan tidak semakin parah.

"Kendaraan hanya bisa bergerak 10 km/jam saat kemacetan setelah kebijakan one way diberlakukan di tol Jakarta-Cikampek selama beberapa hari ini," cetusnya juga. Sejauh ini, diakui Johan, untuk mengatasi kemacetan pihaknya melakukan strategi menormalkan lampu merah menjadi hijau semua.

Dia juga mengaku tindakan antisipasi tidak dirancang Dishub Kota Bekasi terkait penerapan one way tersebut. Lantaran penerapan one way di tol Japek baru kali ini terjadi. ”Biasanya hanya contra flow, baru kali ini ada penerapan satu arah di tol Jakarta-Cikampek. Kami tidak memiliki strategi atasi kemacetan,” cetusnya.

Karena itu, Johan berharap bila kebijakan one way kembali diberlakukan sebaiknya ada koordinasi antara kepolisian dengan pemerintah daerah. Sehingga, ada tindakan antisipasi tidak terjadi kemacetan seperti yang terjadi Rabu lalu. Apalagi, Pemkot Bekasi pasti mendukung upaya mengurai kemacetan arus balik.

Sementara itu, Kasubag Humas PT Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, Irwansyah mengatakan penerapan one way merupakan diskresi kepolisian. Menurutnya juga, koordinasi semua pihak sebenarnya sudah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ”Penerapan rekayasa lalu lintas kewenangan kepolisian dan Kemenhub, bukan kami," ucapnya.

Irwan mengaku, puncak arus balik diperkirakan akan terus terjadi hingga Sabtu (23/6) dan Minggu (24/6) malam. Dia juga mengatakan, Jumat (22/6) pagi sebanyak 96 ribu kendaraan pemudik masuk ke Jakarta. "Makanya kami tidak terapkan contra flow sejak Jumat pagi, karena kondisi lalu lintas mulai lancar," paparnya juga.

Menurut dia, tren penurunan kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (22/6) pagi. Tapi pada Kamis  malam terjadi kepadatan arus balik di Km 47. "Makanya kami lakukan contra flow sampai Km 41 untuk mengurai kepadatan yang ada di ruas tol arah Jakarta," tandasnya. (dny)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #arus-mudik #libur-lebaran 

Berita Terkait

Snowbay Masih Penuh Pengunjung

Jakarta Raya

681 Pegawai Pemkab Tak Masuk Kerja

Nusantara

Puluhan ASN Dipotong Gaji 30 Persen

Banten Raya

IKLAN