Sabtu, 22 September 2018 06:22 WIB
pmk

Nasional

SBY Sebut Rumdin Demis Digeledah, PDIP: Itu Fitnah

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPP PDIP Arteria Dahlan menyebut pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa rumah dinas mantan wakil gubernur Dedi Mizwar digeledah oleh Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Komjen Pol M Iriawan beserta Pemprov Jabar fitnah.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP inipun mengaku sudah mengkonfirmasi langsung perihal tudingan presiden RI keenam itu. 

Menurutnya, berdasarkan fakta yang ada, kejadian itu berawal dari laporan Dedi Apendi (Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Pemprov Jabar) kepada Penjabat Gubernur dan sekaligus menawarkan untum mengajak M Iriawan melakukan peninjauan terhadap 11 aset yang dikelola Bagian Rumah Tangga pada Kamis (21/6) lalu. Salah satunya adalah rumah dinas untuk wakil gubernur mendatang.

"Dan itu pun bukan rumah pribadi bahkan yang ditempati oleh Deddy Mizwar karena rumah dinas wakil gubernur itu sudah diserahkan kembali oleh Deddy kepada Biro Umum pada 14 Februari 2018 lalu, melalui berita acara serah terima nomor surat 032/04/Um. Sejak saat itu rumah dinas tersebut tidak pernah ditempati oleh Deddy Mizwar dan sudah kembali ke penguasaan Pemprov Jawa Barat," ujarnya dalam keterangannya kepada INDOPOS, Minggu (24/6).

Arteria pun menerangkan, peninjauan juga dilakukan ke sejumlah aset Pemprov Jabar lainnya.  " Total ada 11 titik aset yang dikelola Biro Umum Pemprov Jawa Barat di antaranya lapangan Gazibu, Gelora Saparua, Gedung Sate, rumah dinas gubernur, rumah dinas wakil gubernur, dan aset Pemprov lainnya," terangnya.

Sebagaimana informasi yang diterimanya, Arteria mengungkapkan, bahwa Iriawan meninjau namun tak sampai masuk ke kamar ke rumdin wakil gubernur yang sebelumnya ditempati oleh Deddy Mizwar, beralamat di Jalan Rancabentang Nomor 24, Bandung.

" Itu pun hanya masuk ke ruang tamu saja, kemudian Pak Pj Gub ke toilet sebentar, terus jalan ke bawah (keluar dari rumah dinas) Tidak sampai lima menit, dan lebih cepat dibanding saat tinjauan ke lokasi pertama," ungkapnya.

"Jadi yang benar atau faktanya adalah tidak benar ada penggeledahan, penggeledahan itu kan diksi hukum, Pak SBY itu kan orang terpelajar dan pintar, pastinya bisa dan paham tentang diksi itu. Apa itu penggeledahan namanya? Kan tidak," cetusnya.

Lebih lanjut dirinya meminta kepada SBY dan tokoh politik lainnya untuk menahan diri, memanfaatkan momentum hari raya ini untuk berprasangka baik.

"Berhusnudzan, membangun semangat yang mempersatukan serta memanfaatkan hari menjelang hari H pemungutan suara dengan membatasi sikap, hindari perilaku tutur kata yang cenderung memecah belah dan memanaskan situasi," pungkasnya menambahkan.

Belum lama ini presiden keenam RI tersebut menerima laporan bahwa rumah dinas mantan wakil gubernur jabar yang kini menjadi calon Gubernur Jabar Deddy Mizwar digeledah.

"Apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur digeledah, diperiksa pimpinan penjabat gubernur," kata SBY saat konferensi pers di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6).

Tak hanya itu, kediaman calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi juga mengalami hal serupa.

"Mengapa hanya pasangan ini (diusung Demokrat), mengapa pasangan yang lain tidak dilakukan," ucap SBY. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #deddy-mizwar #sby #pdip #pemprov-jawa-barat 

Berita Terkait

IKLAN